Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Dhifan Feriza, ANALISIS TERHADAP PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH MELALUI PENINGKATAN HUMAN CAPITAL OLEH PUSAT LAYANAN USAHA TERPADU PROVINSI ACEH DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Manajemen,2024

abstrak peningkatan human capital memegang peranan penting dalam pemberdayaan umkm yang mencakup pengetahuan, kemampuan, keterampilan, keahlian. pelaku umkm dapat menciptakan inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan produk atau layanan, namun umkm di kota banda aceh menghadapi kendala terkait keterbatasan pengetahuan teknologi, tantangan dalam penerapan teknologi, dan ketidaksetaraan akses terhadap pendidikan dan pelatihan, yang secara langsung berkaitan dengan human capital. pemerintah merespons permasalahan ini dengan memberikan pemberdayaan umkm melalui peningkatan human capital, yang dilaksanakan oleh pusat layanan usaha terpadu koperasi usaha mikro kecil menengah (plut-kumkm). plut-kumkm dianggap sebagai klinik yang memberikan pelayanan kepada pelaku umkm untuk meningkatkan aspek human capital dan mengatasi kendala dalam pengembangan usaha. tujuan penelitian mengetahui pemberdayaan melalui peningkatan human capital dan hambatan yang dihadapi plut-kumkm dalam melakukan pemberdayaan umkm kota banda aceh. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. teori yang digunakan adalah teori pemberdayaan masyarakat. hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan umkm melalui peningkatan human capital yang dilaksanakan oleh plut-kumkm belum optimal. bedasarkan teori pemberdayaan masyarakat terdapat 4 indikator teori yang belum optimal dalam pelaksanaannya, yaitu indikator tahapan perencanaan alternatif program, tahapan implementasi, tahapan evaluasi, dan tahapan terminasi. sedangkan 3 indikator teori sudah berjalan dengan optimal, yaitu indikator tahapan persiapan, tahapan pengkajian, tahapan pemfomalisasi rencana aksi. plut-kumkm dalam melakukan pemberdayaan masih menghadapi faktor penghambat disebabkan oleh kurangnya kesadaran dan pemahaman pelaku usaha, kualitas sumber daya manusia yang belum optimal, serta kurangnya sinergitas antara pemerintah, ikumkraf, dan pelaku usaha. diharapkan plut-kumkm dapat terus berbenah diri guna mengatasi hambatan serta terus memberikan pemberdayaan melalui peningkatan human capital bagi umkm kota banda aceh, guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal. kata kunci: pelayanan, pemberdayaan, umkm, human capital, banda aceh



Abstract

ABSTRACT Improving human capital plays an important role in empowering UMKM, which includes knowledge, abilities, skills, expertise. UMKM actors can create innovation and creativity in developing products or services, but UMKM in Banda Aceh City face obstacles related to limited technological knowledge, challenges in applying technology, and unequal access to education and training, which are directly related to human capital. The government responds to these issues by providing UMKM empowerment through human capital enhancement, which is implemented by the Micro, Small and Medium Enterprises Cooperative Integrated Business Service Center (PLUT-KUMKM). PLUT-KUMKM is considered a clinic that provides services to UMKM actors to improve human capital aspects and overcome obstacles in business development. The research aims to find out empowerment through increasing human capital and the obstacles faced by PLUT-KUMKM in empowering UMKM in Banda Aceh City. This research uses qualitative methods with data collection techniques through observation, documentation, and interviews. The theory used is community empowerment theory. The results showed that the empowerment of UMKM through increasing human capital implemented by PLUT-KUMKM was not optimal. Based on community empowerment theory, there are 4 theoretical indicators that have not been optimal in their implementation, namely indicators of alternative program planning stages, implementation stages, evaluation stages, and termination stages. While 3 theoretical indicators have been running optimally, namely the indicators of the preparation stage, the assessment stage, the stage of formalizing the action plan. PLUT-KUMKM in carrying out empowerment still faces inhibiting factors due to the lack of awareness and understanding of business actors, the suboptimal quality of human resources, and the lack of synergy between the government, IKUMKRAF, and business actors. It is hoped that PLUT-KUMKM can continue to improve itself to overcome obstacles and continue to provide empowerment through increasing human capital for UMKM in Banda Aceh City, in order to support economic growth and the welfare of local communities. Keywords: Services, Empowerment, UMKM, Human Capital, Banda Aceh City.



    SERVICES DESK