Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
SITI BALQIS, PENGARUH UTANG LUAR NEGERI, PDB PER KAPITA, SUKU BUNGA DAN KETERBUKAAN PERDAGANGAN TERHADAP NILAI TUKAR DI ASEAN-5. Banda Aceh Ekonomi Pembangunan,2024

Abstrak penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh utang luar negeri, pdb per kapita, suku bunga dan keterbukaan perdagangan terhadap nilai tukar asean-5 pada tahun 1960-2022. metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu panel ardl (auto regressive distributed lag) dengan menggunakan data panel dari tahun 1960-2022. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel utang luar negeri, suku bunga, dan keterbukaan perdagangan memiliki hubungan positif serta signifikan terhadap nilai tukar. sedangkan, variabel pdb per kapita memiliki hubungan negatif dan signifikan terhadap nilai tukar. oleh karena itu, bagi bank sentral di asean-5 yaitu monetary authority of singapore/mas, bank negara malaysia, bank of thailand, bangko sentral ng pilipinas (bsp) dan bank indonesia selaku pemangku kebijakan diharapkan dapat menjalankan regulasi kebijakan moneter yang konsisten dan transparan, dengan fokus pada pengendalian stabilitas ekonomi makro. selain itu, penting juga untuk memperkuat pengawasan dan regulasi sektor keuangan untuk mencegah terjadinya krisis keuangan yang bisa mempengaruhi nilai tukar. jika diperlukan, kerja sama dengan lembaga keuangan internasional dan negara lain juga dapat membantu dalam mengelola isu nilai tukar. kata kunci : nilai tukar, utang luar negeri, pdb per kapita, suku bunga, kterbukaan perdagangan



Abstract

ABSTRACT This research was conducted with the aim of finding out the influence of foreign debt, GDP per capita, interest rates and trade openness on the ASEAN-5 exchange rate in 1960-2022. The method used in this research is the ARDL (Auto Regressive Distributed Lag) panel using panel data from 1960-2022. The results of this research show that the variables of foreign debt, interest rates and trade openness have a positive and significant relationship with the exchange rate. Meanwhile, the GDP per capita variable has a negative and significant relationship with the exchange rate. Therefore, the central banks in ASEAN-5, namely the Monetary Authority of Singapore/MAS, Bank Negara Malaysia, Bank of Thailand, Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) and Bank Indonesia as policy makers are expected to be able to implement consistent and transparent monetary policy regulations, with a focus on controlling macroeconomic stability.Apart from that, it is also important to strengthen supervision and regulation of the financial sector to prevent a financial crisis that could affect the exchange rate. If necessary, cooperation with international financial institutions and other countries can also help in managing exchange rate issues. Keywords: Exchange Rate, Foreign Debt, GDP Per Capita, Interest Rates, Trade Openness



    SERVICES DESK