Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
MUHAMMAD ALFI SYAHRIN, PERENCANAAN SISTEM TRANSPORTASI DENGAN INTERAKSI TATA GUNA LAHAN PADA KECAMATAN ULEE KARENG. Banda Aceh Fakultas Teknik Sipil,2024

Perencanaan sistem transportasi dengan interaksi tata guna lahan pada kecamatan ulee kareng dipengaruhi oleh sistem transportasi perkotaan, terdiri dari beberapa aktivitas seperti bekerja, sekolah, olahraga, belanja dan bertamu. kecamatan ulee kareng mengalami perubahan alih fungsi lahan akibat terjadinya urban sprwal sehingga menyebabkan kemacetan yang v/c > 0,61. penelitian ini mengkaji pengaruh interaksi tata guna lahan terhadap sistem transportasi dengan menganalisa generator aktivitas pada masyarakat ulee kareng dengan menggunakan metode furness. hasil yang didapat dari penelitian ini menyatakan bahwa bangkitan tarikan terbanyak terjadi pada usia produktif yaitu 31-35 tahun dengan persentase 34% dimana mereka merupakan wiraswasta dengan persentase 40% dari tata guna lahan di kecamatan ulee kareng, desa ceurih memiliki pola dan struktur ruang yang menyebabkan terjadinya bangkitan tarikan terbesar dengan persentase 19%. dengan menggunakan analisis metode furness didapat pada iterasi ke 11 dimana pergerakan di masa mendatang berjumlah 737. dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi penggunaan lahan terhadap bangkitan tarikan di kecamatan ulee kareng adalah masyarakat yang melakukan aktivitas bekerja, kuliner dan belanja.



Abstract

Transportation system planning with land use interaction in Ulee Kareng District is influenced by the urban transportation system, consisting of several activities such as work, school, sports, shopping and visiting. Ulee Kareng sub-district has experienced land use change due to urban sprawl, causing congestion with V/C > 0.61. This study examines the effect of land use interaction on the transportation system by analyzing activity generators in the ulee kareng community using the Furness method. The results obtained from this study state that the generation of the most pull occurs at a productive age of 31-35 years with a percentage of 34% where they are self-employed with a percentage of 40% of land use in Ulee Kareng District, Ceurih Village has a spatial pattern and structure that causes the greatest generation of pull with a percentage of 19%. By using the Furness method analysis obtained in the 11th iteration where future movements amounted to 737. It can be concluded that the factors that influence land use on the generation of attraction in Ulee Kareng Sub-district are people who do work, culinary and shopping activities.



    SERVICES DESK