Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis campur kode dalam film mariposa, serta alasan penggunaan campur kode dalam film tersebut. penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif metode dan kerangka analisis campur kode dari hoffman (1991, sebagaimana dikutip mangendre & nurlaela, 2002). hasil penelitian mengungkapkan bahwa semua jenis campur kode berdasarkan hoffman (1991, dikutip mangendre & nurlaela, 2002) ditemukan dalam film dengan intra-kalimat sebagai yang paling banyak jenis campur kode yang umum digunakan (35 kejadian). kemudian dilanjutkan dengan campur kode intra-leksikal (4 kemunculan), dan melibatkan perubahan pengucapan (2 kemunculan) sebagai yang paling sedikit digunakan. campur kode. selain itu, alasan yang paling banyak ditemukan dari penggunaan campur kode dalam film adalah niat memperjelas tuturan kepada lawan bicara (22 kemunculan), selanjutnya membicarakan topik tertentu (10 kejadian), kata seru (5 kejadian), bersikap tegas terhadap sesuatu (3 kejadian), dan yang paling sedikit ditemukan adalah pengulangan yang digunakan untuk klarifikasi (1 kejadian). akhirnya, hasil ini penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi mata kuliah sosiolinguistik dan peneliti selanjutnya tertarik menganalisis campur kode.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
AN ANALYSIS OF CODE-MIXING IN THE INDONESIAN MOVIE. Banda Aceh Fakultas KIP Pendidikan Bahasa Inggris,2024
Baca Juga : AN ANALYSIS OF CODE MIXING USED BY STUDENTS IN LEARNING ENGLISH (A QUALITATIVE RESEARCH AT SMA NEGERI 1 BANDAR BARU, PIDIE JAYA) (Eka Maulidar, 2020)
Abstract
The purpose of this study is to identify the types of code-mixing in Mariposa movie, as well as the reason of using code-mixing in the movie. This research used the descriptive qualitative method and the framework of code-mixing analysis from Hoffman (1991, as cited Mangendre & Nurlaela, 2002). The results reveal that all types of code-mixing based on Hoffman (1991, as cited Mangendre & Nurlaela, 2002) are found in the movie with intra-sentential as the most commonly used type of code-mixing (35 occurences). Then, it is followed by intra-lexical codemixing (4 occurences), and involving a change of pronunciation (2 occurences) as the least used code-mixing. Besides, the most found reason of using code-mixing in the movie is intention for clarifying the speech for interlocutor (22 occurences), next is talking a particular topic (10 occurences), interjection (5 occurences), being emphatic about something (3 occurences), and the least found is repetition used for clarification (1 occurence). Finally, the results of this research are expected to be a reference for Sociolinguistics course and future researcher who interested in analyzing code-mixing.
Baca Juga : AN ANALYSIS OF ILLOCUTIONARY ACTS IN FANTASTIC BEASTS: THE CRIMES OF GRINDELWALD MOVIE (FITRIANI, 2020)