Ngeri-ngeri sedap adalah film berlatar belakang suku batak yang telah berhasil mengenalkan pariwisata sumatera utara hingga budaya yang menarik perhatian penonton. penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana film ngeri-ngeri sedap dapat menjadi medium komunikasi di bidang pariwisata melalui pendekatan storynomics tourism. adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori ekologi media oleh mcluhan. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. hasil penelitian ini menunjukan bahwa unsur narasi, living culture, dan budaya dalam film ngeri-ngeri sedap berhasil menjadi medium komunikasi pariwisata yang secara efektif dapat menjangkau dan menggerakkan masyarakat untuk mengunjungi destinasi wisata serta turut bangga juga melestarikan budaya batak seperti yang digambarkan dalam film tersebut. peneliti juga menemukan adanya faktor-faktor seperti pemahaman budaya, profesi, dan hobi yang mempengaruhi unsur narasi, living culture, dan budaya. wisata bukit holbung dan desa tarabunga berhasil mendapat kenaikan pengunjung dan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi bumdes setempat. pasca kunjungan, pengunjung mengimplementasikan storynomics tourism pada media sosial yang berdampak kepada partisipasi pengunjung dalam mempromosikan kembali destinasi wisata. kata kunci: film ngeri-ngeri sedap, sumatera utara, storynomics tourism
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
FILM SEBAGAI MEDIUM KOMUNIKASI PARIWISATA (STORYNOMICS TOURISM DALAM FILM “NGERI-NGERI SEDAP”). Banda Aceh Fakultas FISIPOL,2024
Baca Juga : PEMBUATAN FILM SELULOSA DARI AMPAS KOPI BEKAS (SPENT COFFEE GROUND) DENGAN BAHAN PENGISI MINYAK NILAM (POGOSTEMON CALBIN) SEBAGAI PENGEMAS MAKANAN ALTERNATIF (Halimahtun Sadiah, 2024)
Abstract
Ngeri-Ngeri Sedap is a film set in the Batak tribe which has succeeded in introducing North Sumatra tourism to a culture that attracts the attention of the audience. This research aims to see how the film Ngeri-Ngeri Sedap can be a communication medium in the tourism sector through a storynomics tourism approach. The theory used in this research is Media Ecology Theory by McLuhan. This research uses a qualitative approach with descriptive methods, and data collection techniques through interviews, observation and documentation. The results of this research show that the elements of narrative, living culture and culture in the film Ngeri-Ngeri Sedap have succeeded in becoming a tourism communication medium that can effectively reach and mobilize people to visit tourist destinations and also take pride in preserving Batak culture as depicted in the film. Researchers also found that there are factors such as cultural understanding, profession and hobbies that influence narrative elements, living culture and culture. Holbung Hill and Tarabunga Village tourism has succeeded in attracting an increase in visitors and has had a significant impact on improving the local Bumdes economy. After the visit, visitors implement storynomics tourism on social media which has an impact on visitor participation in re-promoting tourist destinations. Keywords: Horrible Film Sedap, North Sumatra, Storynomics Tourism
Baca Juga : AN ANALYSIS OF SLANG IN THE CONVERSATION OF FILM “FURY” (iswan aramiko, 2018)