Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pengunaan air bersuhu ekstrim sebagai bahan campuran beton terhadap kuat lentur beton. kegiatan penelitian ini meliput penelitian kuat lentur beton terhadap beton yang menggunakan accelerator dan retarder. suhu air untuk campuran beton yang digunakan adalah air panas (100°c) dan air dingin (10®c). jumlah accelerator dan retarderer yang dipakai adalah 025%; 0,50%; dan 0,75% dri berat semen. accelerator yang dipakai adalah sikacim accelerator, sedangkan retarder yang digunakan adalah rt-01. pada penelitian ini digunakan faktor air semen (fas) 0,35; 0,40; dan 0,45 dengan penggunaan ukuran agregat maksimum 25.4 mm. benda uji yang dibuat berjumlah 81 buah. pembuatan benda uji dilakukan berdasarkan variasi fas dan jumlah admixture yang digunakan, setiap pengecoran dibuat 3 buah benda uji kuat lentur beton. benda uji yang digunakan untuk pengujian kuat lentur beton adalah balok standar berukuran 150 mm x 150 mm x 600 mm. benda uji dirawat selama 28 hari sebelum pengctesan dengan cara direndam di dalam air. penggunaan air bersuhu ekstrim sebagai bahan campuran beton dapat menggunakan kuat lentur beton dibandingkan dengan beton normal. besarnya kuat lentur beton rata-rata yang tertingi untuk campuran air dingin yang ditambah accelerator teriadi pada fas 0,35 dan 025% accelerator yaltu 3,706 pa. besarnya kuat lentur beton rata-rata yang tertingi untuk campuran air panas yang ditambah recorder teriadi pada fas 0,40 dan 025% recorder yaitu 4273 mpa. besarnya kuat lentur beton normal rata-rata yang tertinggi terjadi pada fas 0,35 yaitu 3,448 mpa. konstanta kuat lentur rata-rata terhadap kuat tekan beton untuk beton air dingin adalah (0,452-0,589) vfc mpa atau antara 6,985% s/d 11,354%vfc mpa, sedangkan beton air panas (0,432-0,609) vfc mpa atau antara 6,299% s/d 8,694% vfc mpa.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PENGGUNAAN AIR SUHU EKSTRIM SEBAGAI BAHAN CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT LENTUR BETON ( STUDI TERHADAP BETON YANG MENGGUNAKAN ACCELERATOR DAN RETARDER ). Banda Aceh Fakultas Teknik,2011
Baca Juga : PERBANDINGAN KUAT LENTUR PEMBEBANAN DUA TITIK PADA BETON NORMAL DENGAN BETON MENGGUNAKAN CAMPURAN CANGKANG KERANG DENGAN (FAS) 0,4 (muhammad amril yuzar, 2014)