Perkerasan jalan raya harus memiliki mutu yang baik serta bersifat ekonomis agar dapat melayani sarana transportasi secara efisien. penggunaan material beton aspal dari agregat yang tanpa pengolahan terlebih dahulu, seperti kerikil yang tidak dipecah, lebih murah dibandingkan dengan penggunaan agregat yang melalui pengolahan sebelumnya, seperti kerikil yang dipecah, dari segi cara mendapatkannya. adapun perbedaan mutu beton aspal yang menggunakan kedua jenis agregat yang berbeda tersebut secara terukur belum diketahui, namun dapat diperiksa melalui beberapa metode pengujian. penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan mutu beton aspal yang menggunakan agregat kerikil yang tidak dipecah dan kerikil yang dipecah dengan menggunakan metode marshall. jenis beton aspal yang diteliti adalah lapis aspal beton (laston) dengan fungsi sebagai wearing course (ac-wc) untuk melayani lalu lintas berat. prosedur penelitian dimulai dengan pengujian sifat-sifat fisis terhadap material, kemudian dilanjutkan dengan perencanaan campuran benda uji, setelah itu pembuatan benda uji, selanjutnya pengujian marshall standar dan pengujian marshall dengan perendaman 24 jam terhadap benda uji, dan terakhir perhitungan parameter marshall. hasil penelitian menunjukkan beton aspal yang menggunakan kerikil yang tidak dipecah memiliki stabilitas sebesar 722,3 kg, flow 3 mm, dan stabilitas sisa dengan perendaman 24 jam 89,8%. parameter ini menunjukkan beton aspal yang menggunakan kerikil yang tidak dipecah tidak memenuhi persyaratan sifat-sifat ac-wc untuk melayani lalu lintas berat, khususnya untuk stabilitasnya beton aspal yang menggunakan kerikil yang dipecah memiliki stabilitas sebesar 1003,2 kg, flow 4 mm, dan stabilitas sisa dengan perendaman 24 jam 94,2%. parameter ini menunjukkan beton aspal yang menggunakan kerikil yang dipecah memenuhi persyaratan sifat-sifat ac-wc untuk melayani lalu lintas berat. beton aspal yang menggunakan kerikil campuran memiliki stabilitas sebesar 655,2 kg, flow 4,5 mm, dan stabilitas sisa dengan perendaman 24 jam 99,4%. parameter ini menunjukkan beton aspal yang menggunakan kerikil campuran tidak memenuhi persyaratan sifat-sifat ac-wc untuk melayani lalu lintas berat.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBEDAAN MUTU BETON ASPALRNDENGAN MENGGUNAKAN AGREGAT KERIKIL YANG TIDAK DIPECAH DAN KERIKIL YANG DIPECAH. Banda Aceh Fakultas Teknik,2010
Baca Juga : ANALISIS POTENSIAL AGREGAT PASIR UNTUK MATERIAL CAMPURAN BETON PADA QUARRY DESA LOKOP KABUPATEN ACEH TIMUR (Iklasul amal, 2017)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH PENGGUNAAN CANGKANG KEMIRI SEBAGAI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL (YUSRAN HUDA, 2018)