Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES
Cut Azura Izatul Nufus, KAJIAN ETNOBOTANI DAN BIOPROSPEKSI TUMBUHAN BERGUNA MASYARAKAT SUKU TAMIANG PROVINSI ACEH. Banda Aceh Program Studi Magister Biologi Unsyiah,2024

Setiap suku memiliki tradisi dalam pemanfaatan dan pengelolaan tumbuhan secara etnobotani salah satunya adalah masyarakat suku tamiang. masyarakat menyadari adanya potensi pemanfaatan tumbuhan, sehingga menciptakan peluang ekonomi yang cukup besar menuju bioprospeksi. dalam penelitian ini, metode participatory rural appraisal (pra) digunakan untuk mengumpulkan data dengan melibatkan peran masyarakat secara aktif. teknik wawancara semi-terstruktur dilakukan untuk menggali informasi etnobotani dari suku tamiang. dari hasil analisis slovin didapatkan 600 responden dengan rentang usia 35 hingga 94 tahun. pemilihan responden dilakukan melalui snowball sampling. penentuan lokasi kecamatan terpilih 6 kecamatan dari total 12 kecamatan melalui purposive sampling, berdasarkan keberadaan jumlah suku tamiang. hasil penelitian menunjukkan terdapat 324 spesies tumbuhan dari 85 famili yang digunakan oleh masyarakat suku tamiang dalam kehidupan sehari-hari. dari responden tersebut, terlihat bahwa kategori usia produktif, khususnya usia 34-44 tahun, aktif dalam melakukan pemanfaatan tumbuhan. terdapat 10 kategori penggunaan jenis tumbuhan yaitu obat, pangan, rempah, pembungkus makanan, rokok, bahan bangunan, anyaman, kayu bakar, pakan ternak dan ritual pernikahan dan tolak bala. tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan dalam kategori tersebut adalah a. elongata, m. oleifera (obat), c. esculenta, c. nucifera (pangan), g. atroviridis, a. cepa (rempah), m. acuminata, c. fruticose (pembungkus makanan), x. undipes (rokok), n. fruticans, b. spinosa (bahan bangunan), e. guineensis, p. crassipes (anyaman), h. brasiliensis, c. nucifera (kayu bakar), m. esculenta, m. paradisiaca (pakan ternak) dan k. pinnata, a. pinnata (ritual adat dan tolak bala). ditemukan bahwa jenis tumbuhan berguna yang memiliki nilai ics tertinggi pada kecamatan seruway, rantau, dan tenggulun sebagai prospeksi tumbuhan dalam pemanfaatan dan pengelolaan tumbuhan berguna. kata kunci: bioprospeksi, etnobotani, tumbuhan berguna, snowball sampling



Abstract

Each tribe has a tradition in the utilization and management of plants in ethnobotany, one of which is the Tamiang tribe. The community realizes the potential of plant utilization, thus creating considerable economic opportunities towards bioprospection. In this study, the Participatory Rural Appraisal (PRA) method was used to collect data by actively involving the community. Semi-structured interview techniques were conducted to explore ethnobotanical information from the Tamiang tribe. From the results of the Slovin analysis, 600 respondents with an age range of 35 to 94 years were obtained. Snowball sampling was used to select respondents. Determination of the location of the selected sub-district 6 sub-districts from a total of 12 sub-districts through purposive sampling, that there is the largest number of Tamiang Tribe. The results showed that there were 324 species from 85 families used by the Tamiang people in their daily lives. Of these respondents, it can be seen that the productive age category, especially the age of 34-44 years, is active in utilizing plants. There are 10 categories of plant species use, namely medicine, food, spices, food wrapping, cigarettes, building materials, weaving, firewood, animal feed and marriage rituals and warding off bad luck. The categories are plants A. elongata, M. oleifera (medicine), C. esculenta, C. nucifera (food), G. atroviridis, A. cepa (spice), M. acuminata, C. fruticose (food wrapping), X. undipes (cigarette), N. fruticans, B. spinosa (building material), E. guineensis, P. crassipes (wicker), H. brasiliensis, C. nucifera (firewood), M. esculenta, M. paradisiaca (animal feed) and K. pinnata, A. pinnata (traditional rituals and warding off bad luck). It was found that useful plant species that have the highest ICS value in Seruway, Rantau, and Tenggulun sub-districts as prospective plants in the utilization and management of useful plants. Keywords: Bioprospection, Ethnobotany, Useful plant, Snowball sampling



    SERVICES DESK