Pidie adalah salah satu kabupaten yang sedang mengalami pertumbuhan pembangunan. hal tersebut dapat dilihat dengan banyaknya proyek konstruksi yang sedang berlangsung sekarang ini. dalam penerapan di lapangan kontraktor dan konsultan sering mengalami kejadian pada proses konstruksi yang menghambat kemajuan pekejaan dan akan menimbulkan risiko. risiko menqekan salah satu hal penting yang harus diperhatikan, karena terdapat kemungkinan keuntungan atau kerugian ekonomi/ financial, kerusakan atau cedera fisilk keterlambatan sebagai konsekuensi ketidakpastian selama dilaksanahan sebuah proyek dan pihak yang terlibat dalam dalam proyek khususnya kontraktor dan konsultan harus mewaspadai efek dari risiko tersebut. untuk itu penditian ini bertujuan menganalisis falfror-faktor risiko dan dampaknya serta menganalisis tingkat risiko pada proyek konstruksi menum kontraktor dan konsultan di kabupaten pidie. penelitian ini dilakukan pada 40 kontraktor dari 70 populasi dan 13 konsultan yang terdaftar di lpjk kabupaten pidie, dengan menyebabkan kuisioner yang berisikan 49 falter risiko. pengolahan data dilakukan dengan analisis frequensj index dan severity index yang selanjutnya dianalisis tingkat risikonya dengan menggunakan matriks risiko. berdasarkan hasil penelitian diperoleh chagr order dengan nilai fi 0,555 dan si 0,695 yang dipilih kontraktor sedangkan konsultan memilih kegagalan keuangan owner dengan nilai fi 0,631 dan lainnya keterampilan dan keahlian tenaga kerja dengan nilal si 0,892. untuk analisis tingkat risiko menurut kontraktor diperoleh 5 faktor dengan katagori tingri, 42 falctor katagori sedang dan 2 faktor dengrn kafagori rendah dan diperoleh 18 faktor risiko katagori tinggi, 0 faktor risiko katagori sedang dan 1 faktor risiko dengan katagori rendah menurut konsultan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS TINGKAT RISIK0 PROYEK KONSTRUKSI DI KABUPATEN PIDIE. Banda Aceh Fakultas Teknik,2012
Baca Juga : ANALISIS TINGKAT KEPENTINGAN DAN KEMUDAHAN PENERAPAN GREEN ROAD CONSTRUCTION DI PROVINSI ACEH (Irfan, 2024)