Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari perlakuan perawatan beton dalam kondisi suhu ekstrim terhadap kuat tekan beton. pada penelitian ini digunakan faktor air semen (fas) 0,35; 0,40 dan 0,45 menggunakan metode aci 211.1-91 dengan ukuran agregat maksimum 25,4 mm. penelitian kuat tekan beton menggunakan lima macam perlakuan perawatan yaitu ditutup dengan goni basah dan direndam dalam air serta 3 perlakuan perawatan pada kondisi ekstrim suhu dingin, pada suhu panas, serta pada saat suhu berubah-ubah (kombinasi keduanya). benda uji yang dibuat berjumlah 180 buah untuk 2 macam bentuk yaitu kubus standard an silinder standar. pembuatan benda uji dilakukan dengan 2 x 6 pengecoran, dimana setiap pengecoran dibuat 15 buah benda uji kuat tekan beton. pengecoran dibuat untuk setiap fas, 5 macam perawatan, dan 2 umur perawatan (7 dan 28 hari). besarnya kuat tekan beton rata-rata yang tertinggi untuk kondisi suhu ekstrim terjadi pada saat perlakuan perawatan suhu dingin pada fas 0,35 dengan umur 28 hari yaitu sebesar 431,131 kg/cm² untuk benda uji kubus dan untuk silinder kuat tekannya hanya sebesar 340,945 kg/cm² untuk perawatan rendaman, sedangkan besarnya kuat tekan beton rata-rata yang terendah terjadi pada saat perlakuan perawatan pada suhu kombinasi. besarnya kuat tekan beton rata-rata yang tertinggi untuk perawatan normal terjadi pada fas 0,35 saat perawatan ditutup goni basah pada umur 7 hari yaitu sebesar 382,222 kg/cm².
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PERLAKUAN PERAWATAN PADA SUHU EKSTRIM TERHADAP KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN FAS 0,35; 0,40; DAN 0,45 (SUATU PENELITIAN BETON BERBENTUK KUBUS DAN SILINDER STANDAR DENGAN DIAMETER AGREGAT MAKSIMUM 25,4 MM). Banda Aceh Fakultas Teknik,2010
Baca Juga : STUDI KUAT TARIK BELAH BETON AKIBAT PERLAKUAN PERAWATAN PADA SUHU EKSTRIM DENGAN 3 VARIASI FAKTOR FAKTOR AIR SEMEN (Nanda Susana, 2024)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH GRADASI AGREGAT TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON MENGGUNAKAN SILICA FUME (Muhammad Rizal, 2024)