Rekayasa nilai dipakai berhubung adanya indikasi sejumlah pengeluaran biaya yang tidak berguna pada komponen biaya langsung tahap pelaksanaan pekerjaan pondasi telapak pada gedung museum safiatuddin banda aceh. gedung tersebut memakai pondasi telapak dan sumuran dengan kedalaman dasar pondasi 4m dan muka air tanah 1,35m dari muka tanah. tujuan penulis untuk mengidentifikasi dan menilai hasil rekayasa nilai dengan tanpa rekayasa nilai, pada pekerjaan pondasi. permasalahannya berapa besar perbedaan biaya langsung yang terdapat pada pondasi gabungan yang dibuat oleh perencana dibandingkan dengan pondasi sumuran hasil rekayasa nilai. pemecahan masalah dilakukan dengan metode rekayasa nilai (valueengineering) dan data-data dari perencanaan awal pondasi gabungan. pengolahan data untuk kekuatan pondasi dipakai metode beban ultimit dari bowless dan sosrodarsono. pengolahan data biaya dipakai metode bow. hasil estimasi biaya langsung pelaksanaan pondasi telapak diperoleh sebesar rp. 139.993.006,00,- dan pondasi sumuran sebesar rp. 67.091.115,10,-. penghematan yang diperoleh pondasi sumuran sebesar rp. 72.901.890,93,- atau 52,08% terhadap pondasi telapak. kesimpulan yang dapat diambil bahwa kajian rekayasa nilai memberi peluang untuk pelaksanaan pondasi sumuran lebih ekonomis dibandingkan dengan metode pelaksanaan pondasi sumuran.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN REKAYASA NILAI PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG MUSEUM SAFIATUDDIN BANDA ACEH (STUDI KASUS KONSTRUKSI PONDASI GEDUNG BERLANTAI DUA). Banda Aceh Fakultas Teknik,2006
Baca Juga : PENERAPAN SISTEM PELAPORAN PROYEK SEBAGAI SUATU DASAR PENGENDALIAN MANAJEMEN PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DAN REHABILITASI SEKOLAH PADA DINAS PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN ACEH UTARA (Husniah, 2024)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS WAKTU PEMBANGUNAN GEDUNG BERLANTAI I MENGGUNAKAN METODE CRITICAL PATH METHOD (CPM) (Hamam Akhlis, 2015)