Penggunaan inhibitor sintetis yang berdampak negatif terhadap lingkungan masih digunakan. inhibitor organik menjadi solusi terbaik dan ramah lingkungan seperti tumbuhan temiki (melastoma candidum) dan rubik (calotropis giganteen) yang mempunyai sifat penghambat sel korosi yang baik dan berpotensi untuk digunakan sebagai inhibitor korosi. penelitian ini menganalisis ekstrak temiki dan rubik sebagai inhibitor korosi pada baja karbon dengan menggunakan metode kehilangan berat dan metode elektrokimia serta menganalisis efisiensi inhibitornya. temiki dan rubik diekstrak dengan mengeringkan daun, batang dan bunganya dibawah pancaran matahari. kemudian bahan tersebut dihaluskan bersamaan dan di destilasi dengan metode padat-cair dengan alat soxhlet. identifikasi komponen tumbuhan tersebut menggunakan gas chromatography-mass spectrometry (gc-ms). densitas dan viskositas dianalisis dengan mengikuti standar astm d 4052 dan astm d 445. pengujian metode kehilangan berat dilakukan pada konsentrasi inhibitor 200, 300, 400 dan 500 ppm, dengan waktu perendaman selama 15 minggu dan pengambilan data dilakukan di setiap minggunya. hasil analisis menunjukkan laju korosi tertinggi pada ekstrak temiki dengan konsentrasi 500 ppm mencapai 1.569 mpy dan terendah pada konsentrasi 500 ppm mencapai 0.157 mpy. pada inhibitor ekstrak rubik, laju korosi tertinggi terjadi pada inhibitor 500 ppm mencapai 1.268 mpy, sedangkan terendah terjadi pada konsentrasi 200 ppm mencapai 0.331 mpy. sedangkan untuk analisis laju korosi dengan metode elektrokimia menggunakan inhibitor ekstrak temiki dan rubik diketahui bahwa, laju korosi tertinggi untuk inhibitor temiki terjadi pada konsentrasi 400 ppm mencapai 1.884 mpy. sedangkan untuk laju korosi terendah terjadi pada konsentrasi inhibitor 200 ppm dengan laju korosi mencapai 1.143 mpy. pada analisa laju korosi untuk inhibitor dari ekstrak rubik laju korosi tertinggi terjadi pada konsentrasi 100 ppm mencapai 3.131 mpy, sedangkan terendah terjadi pada konsentrasi inhibitor 400 ppm mencapai 1.197 mpy. tingkat efisiensi kinerja ekstrak temiki dan rubik sebagai inhibitor yang digunakan dengan metode kehilangan berat dan analisis laju korosi dengan penambahan inhibitor sebesar 200, 300, 400 dan 500 ppm dalam dalam larutan 500 ml yang mengandung nacl 3,5% berbanding terbalik dengan laju korosi. semakin rendah tingkat laju korosi (cr), maka semakin tinggi nilai efisiensi dari inhibitor yang terjadi. nilai efisiensi inhibitor untuk ekstrak temiki tertinggi terjadi pada konsentrasi inhibitor 400 ppm dengan efisiensinya mencapai 82.89%. sedangkan efisiensi inhibitor terendah terjadi pada konsentrasi inhibitor temiki 500 ppm dengan efisiensinya mencapai 19.55%. sedangkan untuk tingkat efisiensi inhibitor rubik didapatkan efisiensi tertinggi sebesar 62.71%, terjadi pada konsentrasi inhibitor 200 ppm. sedangkan untuk efisiensi terendah sebesar 28.40%, terjadi pada konsentrasi inhibitor 500 ppm. hasil secara keseluruhan menunjukkan adanya pengaruh inhibitor yang terjadi pada permukaan logam yang menghambat proses terjadinya korosi pada baja.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
DISSERTATION
PENGEMBANGAN EKSTRAK TUMBUHAN TEMIKI (MELASTOMA CANDIDUM) DAN RUBIK (CALOTROPIS GIGANTEEN) SEBAGAI INHIBITOR KOROSI PADA BAJA KARBON DALAM LARUTAN SODIUM KLORIDA. Banda Aceh Program Studi Doktor Ilmu Teknik Universitas Syiah Kuala,2024
Baca Juga : ANALISIS PENGHAMBATAN LAJU KOROSI BAJA KARBON RENDAH MENGGUNAKAN EKSTRAK BIJI BUAH JAMBLANG (SYZYGIUM CUMINI) DALAM LARUTAN NACL (Yumaidi Saputra, 2022)