Disertasi ini membahas tentang minyak nilam (pogostemon cablin benth) yang merupakan salah satu minyak atsiri yang sangat berharga dalam berbagai industri, seperti farmasi, wewangian, dan produk perawatan tubuh. permintaan pasar untuk minyak nilam terus meningkat, dan indonesia menjadi salah satu produsen terbesar dunia. namun, industri minyak nilam di aceh menghadapi beberapa permasalahan, seperti perbedaan mutu minyak nilam berdasarkan lokasi tumbuh, perbedaan komposisi kimia berdasarkan varietas tanaman, dan pencampuran atau pemalsuan minyak nilam. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan mutu dan komposisi kimia minyak nilam berdasarkan lokasi tumbuh di aceh, menganalisis perbedaan komposisi kimia dari tiga varietas yang banyak dibudidayakan, yaitu varietas sidikalang, lhokseumawe, dan tapak tuan, mengembangkan metode penilaian kualitas minyak nilam yang lebih efisien dan akurat menggunakan spektroskopi vibrasi dan kemometri, serta mengkaji potensi pemanfaatan minyak nilam dalam industri farmasi dan obat-obatan melalui kajian bioinformatika. penelitian ini juga bertujuan untuk mengatasi masalah pencampuran atau pemalsuan minyak nilam dengan menggunakan teknik analisis yang lebih canggih. manfaat dari penelitian ini di antaranya adalah meningkatkan kualitas dan konsistensi produksi minyak nilam, diversifikasi industri minyak nilam, peningkatan efisiensi dalam penilaian kualitas minyak nilam, deteksi pencampuran atau pemalsuan minyak nilam, potensi pemanfaatan minyak nilam dalam industri farmasi dan obat-obatan, serta kontribusi terhadap pertumbuhan industri minyak atsiri indonesia. penelitian ini diharapkan memberikan solusi konkret untuk mengatasi permasalahan dalam industri minyak nilam di aceh dan memberikan implikasi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan industrialisasi minyak nilam aceh. bab iii ini membahas tentang komposisi kimia minyak nilam dari berbagai lokasi di aceh dan sumatera barat menggunakan analisis ftir (fourier transform infrared) dan nir (near infrared) dengan kemometri. minyak nilam merupakan produk yang diminati di pasar internasional karena kualitasnya yang tinggi. penelitian ini bertujuan untuk memahami perbedaan komposisi minyak nilam berdasarkan lokasi geografis dan varietas dengan menggunakan metode ftir dan nir dikombinasikan dengan kemometri. metode ftir dan nir dipilih karena ramah lingkungan, tidak merusak sampel, dan memiliki biaya terjangkau. penelitian ini menggunakan sampel minyak nilam dari 11 lokasi di aceh dan sumatera barat. data spektrum ftir dan komposisi kimia minyak nilam dianalisis dengan metode kemometri seperti pca dan pls-lda. hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan komposisi kimia minyak nilam dari berbagai lokasi, terlihat dari perbedaan puncak spektrum ftir dan nir. berdasarkan analisis pca dan pls-da, terjadi pemisahan kelompok sampel minyak nilam dari lokasi yang berbeda. dalam penelitian ini, metode ftir dan nir dengan kemometri dapat membantu membedakan komposisi kimia minyak nilam dari berbagai lokasi geografis. penelitian ini memberikan manfaat bagi petani dan industri minyak nilam untuk meningkatkan nilai transaksi dengan pembeli internasional. bab iv membahas tentang pemanfaatan partial least square-discriminant analysis (pls-da) dalam klasifikasi untuk menilai tingkat pemalsuan minyak kelapa sawit (po) oleh minyak kelapa sawit goreng (gbo). metode ini lebih baik daripada metode klasik seperti pca-lda dalam menghadapi data berdimensi tinggi. model pls-da dibangun menggunakan lima spektrum po, 20 spektrum gbo, 10 spektrum po palsu (pgbo), dan 20 spektrum po palsu untuk set pelatihan. delapan sampel yang terdiri dari po, gbo, dan pgbo digunakan untuk pengujian model. area spektrum yang digunakan dalam analisis pls-da sama dengan pca, yaitu pada rentang bilangan gelombang 1.800-500 cm-1. teknik validasi silang digunakan untuk memvalidasi model. hasil menunjukkan bahwa model pls-da mampu mengidentifikasi jenis gbo dalam po dengan baik. hasil analisis juga menunjukkan bahwa model pls-da memiliki sensitivitas dan selektivitas yang tinggi, menunjukkan kinerja yang baik. prediksi model juga mendekati nilai yang diharapkan, dan model berhasil memprediksi kandungan senyawa kimia dengan akurasi yang tinggi. dengan hasil yang baik pada validasi silang, disertasi ini menyimpulkan bahwa model pls-da berhasil digunakan untuk mengklasifikasikan dan memprediksi tingkat pemalsuan dalam sampel po.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
DISSERTATION
ANALISIS KEMOMETRI MENGGUNAKAN SPEKTROSKOPI SINAR INFRA MERAH UNTUK PENENTUAN KUALITAS RNNILAM ACEH. Banda Aceh Prodi Doktor Matematika dan Aplikasi Sains (S3),2024
Baca Juga : PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT PENGONTROL LAMPU MENGGUNAKAN INFRARED (Saifoellah Iskandar, 2014)
Abstract
This dissertation focuses on patchouli oil (Pogostemon cablin Benth), which is a valuable essential oil used in various industries such as pharmaceuticals, perfumery, and body care products. The demand for patchouli oil is continuously increasing, and Indonesia is one of the world's largest producers. However, the patchouli oil industry in Aceh faces several challenges, including variations in oil quality based on growing locations, differences in chemical composition based on plant varieties, and the issue of adulteration or falsification of patchouli oil. The objectives of this research are to identify the differences in quality and chemical composition of patchouli oil based on growing locations in Aceh, analyze the chemical composition differences of three widely cultivated varieties, namely Sidikalang, Lhokseumawe, and Tapak Tuan, develop a more efficient and accurate method for assessing patchouli oil quality using vibrational spectroscopy and chemometrics, and explore the potential utilization of patchouli oil in the pharmaceutical and medicinal industries through bioinformatics studies. The research also aims to address the issue of adulteration or falsification of patchouli oil by employing advanced analytical techniques. The benefits of this study include improving the quality and consistency of patchouli oil production, diversifying the patchouli oil industry, enhancing efficiency in assessing patchouli oil quality, detecting adulteration or falsification of patchouli oil, exploring the potential use of patchouli oil in the pharmaceutical and medicinal industries, and contributing to the growth of Indonesia's essential oil industry. This research is expected to provide concrete solutions to address challenges in the patchouli oil industry in Aceh and have tangible implications for the advancement of knowledge and industrialization of patchouli oil in Aceh. Chapter III discusses the chemical composition of patchouli oil from various locations in Aceh and West Sumatra using FTIR (Fourier Transform Infrared) and NIR (Near Infrared) analysis with chemometrics. Patchouli oil is a highly sought-after product in the international market due to its high quality. The research aims to understand the differences in patchouli oil composition based on geographical locations and varieties using FTIR and NIR methods combined with chemometrics. FTIR and NIR methods were chosen for being environmentally friendly, non-destructive to samples, and cost-effective. The study used patchouli oil samples from 11 locations in Aceh and West Sumatra. The FTIR spectrum data and patchouli oil chemical compositions were analyzed using chemometric methods such as PCA and PLS-LDA. The analysis results show differences in the chemical composition of patchouli oil from various locations, as seen in the variations in FTIR and NIR spectrum peaks. Based on PCA and PLS-DA analyses, the sample groups of patchouli oil from different locations were effectively separated. In this study, FTIR and NIR methods with chemometrics can help differentiate the chemical composition of patchouli oil from various geographical locations. This research provides benefits to farmers and the patchouli oil industry in improving transaction values with international buyers. Chapter IV discusses the utilization of Partial Least Square-Discriminant Analysis (PLS-DA) in classification to assess the level of adulteration of palm oil (PO) by cooking palm oil (GBO). This method outperforms classical methods like PCA-LDA when dealing with high-dimensional data. The PLS-DA model was built using five spectra of PO, 20 spectra of GBO, 10 spectra of adulterated PO (PGBO), and 20 spectra of adulterated PO for the training set. Eight samples consisting of PO, GBO, and PGBO were used for model testing. The spectral range used in the PLS-DA analysis was the same as PCA, from wavenumber 1,800 to 500 cm1. Cross-validation techniques were used to validate the model. The results show that the PLS-DA model can effectively identify the type of GBO in PO. The analysis results also demonstrate high sensitivity and selectivity of the PLS-DA model, indicating excellent performance. The model's predictions are close to the expected values, and the model successfully predicts chemical compound contents with high accuracy. With good results in cross-validation, this dissertation concludes that the PLS-DA model successfully classifies and predicts the level of adulteration in PO samples.
Baca Juga : UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAUN BAYAM MERAH (AMARANTHUS CAUDATUS L.) DENGAN METODE REDUCING POWER (Iryanti, 2021)