Pada suatu perencanaan konstruksi, tanah sebagai tempat atau bahan kontruksi harus memiliki sifat dan karakte r yang sesuai dengan persyaratan. banyak hal yang harus diperhatikan terutama bila tanah tergolong ke dalam tanah kohesif yang sangat rentan terbadap air. dimana dalam keadaan kering tanah memiliki kuat geser yang lebih besar dari kondisi air yang berlebih. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu cangkang kelapa sawit dalam memperbaiki kuat geser tanah yang berasal dari desa cot rumpun, kecamatan montasik, kabupaten aceb besar. penelitian ini juga dilakukan untuk mencari bahan alternatif serta variasi pencampuran yang optimal untuk menstabilisasi tanah tersebut. menurut klasifikasi aastho (american association of state highway and transportation officials) tergolong a-7-6 (65) yang berarti tergolong dalam jenis tanah lempung dengan kondisi tingkatan tanah yang buruk, sedangkan menurut uscs ( unified soil classification system) termasuk golongan ch yang merupakan jenis tanab lempung dengan plastisitas tinggi, di mana indeks plastisnya 60,32%. variasi penambahan abu cangkang kelapa sawit yang dilakukan adalah sebesar 5%, 10%, dan 15% dari berat kering tanah. pengujian direct shear dilalcukan dengan menggunakan alat direct shear test (uji geser langsung) dengan metode perhitungan didasarkan pada standar astm 03080-72. benda uji untuk pengujian direct shear dilakukan pada kondisi kadar air optimum (optimum moisture content atau omc) dengan masa tunggu 0, 2 dan 4 hari. hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan abu cangkang kelapa sawit terhadap tanah cot rumpun dari 5% sampai 15% meningkatkan nilai param eter kuat geser tanah. nilai sudut geser (¢) tertinggi didapat pada campuran abu cangkang 15% dengan masa tunggu 2 hari yaitu sebesar 19,087° dan nilai sudut geser () terendah pada campuran 5% abu cangkang dengan masa tunggu 4 hari yaitu sebesar 3,773°. nilai kohesi (c) tertinggi dicapai pada tanah dengan campuran abu cangkang 15% dengan tanpa masa tunggu yaitu sebesar 0,785 kg/cm2. sedangkan nilai kohesi (c) terendah pada tanah tanpa campuran sebesar 0,244 kg/cm tanpa waktu tunggu. peningkatan maksimum nilai sudut geser (¢) terjadi pada kondisi pencampuran 15% abu cangkang kelapa sawit dengan masa tunggu 2 bari sebesar 57,38%. peningkatan maksimum nilai kohesi (c) terjadi pada kondisi pencampuran 15% abu cangkang kelapa sawit dengan masa tunggu o hari sebesar 221,72%.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUB PENAMBAHAN ABU CANGKANG KELAPA SAWIT TERHADAP KUAT GESER TANAH LEMPUNG DESA COT RUMPUN MONTASIK. Banda Aceh Fakultas Teknik,2009
Baca Juga : PENGARUH STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN MENGGUNAKAN ABU CANGKANG KELAPA SAWIT (PALM OIL FUEL ASH) (Rahmat Hidayat, 2026)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH PENCAMPURAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP NILAI PARAMETER KUAT GESER TANAH LEMPUNG ULEE GLEE PIDIE JAYA (AGUS MAHDI, 2024)