Proses pengawetan untuk ikan biasanya dilakukan dengan pengeringan. proses pengeringan tradisional telah lama dilakukan, dengan cara penjemuran langsung dari panas matahari. pengeringan dengan cara ini masih mempunyai kelemahan- kelemahan, sehingga perlu kajian dan pengembangan terhadap sistem dan teknologi pengeringan. sampai saat ini telah ada beberapa kajian terhadap sistem pengeringan dengan menggunakan energi matahari (solar dryer) dan dengan menggunakan energi panas hasil pembakaran. penggunaan beberapa bahan bakar sebagai sumber energi panas menimbulkan asap hasil pembakaran, sehingga disebut pengasapan. diantaranya penggunaan bahan bakar kerosin (minyak tanah), kayu, sekam, dan gas. pengeringan ikan dengan menggunakan bahan bakar gas biaya pengeringan per kg ikan 320 rupiah, pengeringan ikan dengan menggunakan bahan bakar kayu biaya pengeringan per kg ikan 445 rupiah, pengeringan ikan dengan menggunakan bahan bakar sekam kayu biaya pengeringan per kg ikan 330 rupiah, dan pengeringan ikan dengan menggunakan bahan bakar minyak tanah biaya pengeringan per kg ikan 431 rupiah. kata kunci : pengeringan, pengering energi matahari (solar dryer), bahan bakar kerosin (minyak tanah), bahan bakar kayu, bahan bakar sekam, bahan bakar gas.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISA KELAYAKAN PENGERING IKAN KEUMAMAH DENGAN MENGGUNAKAN ENERGI PANASRNDARI BAHAN BAKAR. Banda Aceh Fakultas Teknik,2006
Baca Juga : KAJIAN SISTEM PENGERINGAN IKAN DENGAN METODE HYBRID (ENERGI SURYA DAN ENERGI BAHAN BAKAR GAS) (Muhammad Hatta, 2018)
Abstract
Baca Juga : KAJIAN KARAKTERISTIK PERALATAN PENGERING HYBRID( ENERGI SURYA DAN GAS LPG ) UNTUK PENGERINGAN BIJI KAKAO (misswar abd, 2016)