Air bersih merupakan faktor penting dalam kehidupan manusia sehingga menjadi hal yang wajar jika sektor air bersih mendapat prioritas dalam penanganan dan pemenuhannya. pdam sebagai perusahaan daerah pengelola air bersih seharusnya mampu untuk memenuhi kebutuhan tersebut baik secara kuantitas, kualitas dan kontinuitas. pdam tirta daroy merupakan perusahaan yang menyediakan air bersih bagi konsumen di kota banda aceh. sekarang ini banyak sekali konsumen yang mengeluh kelrurangan air karena air yang di distribusikan tidak seluruhnya sampai ke konsumen sesuai yang dibutuhkan. penelitian ini dilakukan untuk melihat pendistribusian air bersih yang ada di kecamatan baiturrahman dari pemakaian air melalui debit rekening pelanggan setiap bulannya, untuk mengetahui kebocoran pada pipa distribusi, berapa banyak jumlah desa yang kelebihan atau kekurangan suplai air bersih dari pdam, dan menganalisa model jaringan distribusi air bersih dengan program epanet 2.0. sumber data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data debit produksi dari pdam tirta daroy, data debit rekening pemakaian air oleh pelanggan di kecamatan baiturrahman dari bulan januari 2010 sampai bulan desember 2011, peta jaringan pipa pdam tirta daroy serta data jumlah penduduk kecamatan baiturrahman. analisa awal ditetapkan daerah dengan q > 27 m3/pelanggan/bulan dianggap kelebihan air dan daerah dengan q < 27 m3/pelanggan/bulan dianggap kekurangan air. hasil penelitian pada kecamatan baiturrahman, desa yang mengalami kelebihan air adalah kampung baro, seutui, dan peuniti dengan debit rata-rata masing-masing 34,99 m3/pelanggan/bulan, 33,36 m3/pelanggan/bulan, dan 28,90 m3/pelanggan/bulan, sedangkan desa lainnya seperti ateuk deah tanoh, neusu, ateuk meunjeng, sukaramai, ateuk pahlawan dan ateuk jawo mengalami kekurangan air dengan debit rata-rata masing-masing 25,56 m3/pelanggan/bulan, 25,50 m3/pelanggan/bulan, 24,13 m3/pelanggan/bulan, 23,26 m3/pelanggan/bulan, 23,12 m3/pelanggan/bulan dan 20,16 m3/pelanggan/bulan. hal. tingkat kehilangan air rata-rata di kota banda aceh yaitu sebesar 46,39 % pada tahun 2010 dan 45,02 % pada tahun 2011. berdasarkan program epanet 2.0 pada model jaringan eksisting dan jaringan proyeksi tinggi tekanan pada ujung pipa sudah memenuhi tekanan efektif (10-80 mka), akan tetapi kecepatan aliran masih dibawah kecepatan standar aliran (0,6-1,2 m/d).
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI PEMAKAIAN DAN ANALISA DEBIT PADA JARINGAN PIPA DISTRLBUSI AIR BERSIH KOTA BANDA ACEH (STUDI RNKASUS: KECAMATAN BAITURRAHMAN). Banda Aceh Fakultas Teknik,2012
Baca Juga : STUDI EFEKTIFITAS PEMAKAIAN DAN ANALISA DEBIT PADA SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIL KOTA BANDA ACEH (Ahmad Habibi, 2024)