Indonesia terletak di daerah khatulistiwa yang beriklim tropis dan mempunya intensitas pancaran sinar matahari yang cukup tinggi. energi surya merupakan salah satu sumber energi alternatif yang tersedia secara melimpah dan murah salah satu pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi adalah proses pemanas air dengan termosipon sistem termosipon ini telah dilakukan penelitian dengan menggunakan kolektor plat datar dengan ukuran 150 cm r 100 cm x i5 cm kolektor plat datar erdirt dari besi plat datar 0.6 mm, pupa tembaga 6,5 mm, solast termal styrofoam dengan ketebalan 2 cm, dan penutup transparan (kaca). pengunian alat pemanas ar termosipon ini dilakukan dengan memarasikan panjang pipa dalam kolektor yaitu i4 m, 10 m, 6 m waktu pengujian dimulai dari jam 09.00 wi sampai dengan jam 16.00 wib. dari hasil pengunan temperatur air tertinggi terjadi pada sistem yang menggunakan pipa tembaga sepanjang i4 m yang mencapat 59"c, sedangkan pada panjang pipa i0 m mencapat 55 "c dan panjang 6 m mencapat 53 "c kapastas aliran (q) pada panjang pipa 14 m 0.00040 l/detik lebih kecil sedangkan pada panjang pipa 10 m mencapa1 0,00050 1 denik dan panyang pipa 6 m meneapai 0,00052 l/detik panas yang diserap oleh fluda pada panjang pipa 14 m mencapai 4991 jm' lebth besar sedangkan pada panjang pipa i0 m mencapat 47.85 jm' dan pada panjang pipa 6 m mencapat 47,61 j/m2 disebabkan panjang dan banyaknya belokan pipa di dalam kolektor. kata kunci : kapasitas aliran, variasi panjang pipa, kolektor plat datar, termosipon
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
VARIASI PANJANG PIPA DI DALAM KOLEKTOR PADA SISTEM PEMANAS AIR TERMOSIPON. Banda Aceh Fakultas Teknik,2005
Baca Juga : ANALISIS SISTEM PERPINDAHAN PANAS PADA KOLEKTOR PEMANAS AIR TENAGA SURYA DENGAN VARIASI JUMLAH BELOKAN PIPA PENUKAR KALOR (Heru Kurniawan, 2024)
Abstract
Baca Juga : ANALISA PENGARUH KONFIGURASI PIPA PEMANAS AIR SURYA TERHADAP EFISIENSI (irza, 2013)