Saluran udara tegangan menengah umumnya menggunakan konduktor jenis aaac (all aluminium alloy conductor) yang memiliki batas temperatur kerja yang diizinkan sebesar 90°c. mempertimbangkan peningkatan kebutuhan tenaga listrik yang pesat akhir-akhir ini, maka usaha untuk meningkatkan kapasitas saluran transmisi dilakukan dengan mengoptimalkan kapasitas hantaran arus dari saluran transmisi yang telah ada. permasalahan utama dari pengoptimalan saluran transmisi tersebut adalah tegangan tarik dan andongan yang timbul pada konduktor tersebut menjadi lebih besar. oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perubahan arus saluran terhadap tegangan tarik dan andongan. sebagai model simulasi digunakan saluran udara tegangan menengah 20 kv di banda aceh dan aceh besar dengan menggunakan data-data konduktor aaac yang sesuai dengan yang ada di lapangan. metode ruling span digunakan untuk menentukan panjang span equivalen. sementara itu metoda catenary digunakan untuk menghitung tegangan tarik dan andongan konduktor tersebut. permodelan dan simulasi sistem pada makalah ini menggunakan matlab simulink dan psat. berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya perubahan arus saluran dari 58,48 ampere menjadi 75,05 ampere mengakibatkan terjadinya peningkatan pada andongan sebesar 41,37 %.dan penurunan tegangan tarik sebesar 4.2 %.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS DAMPAK PERUBAHAN ARUS KAWAT TERHADAP TEGANGAN TARIK DAN ANDONGAN PADA SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH 20KV DENGAN METODE CATENARY DAN RULLING SPAN DI BANDA ACEH DAN ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Teknik,2008
Baca Juga : STUDY PEMILIHAN UKURAN KAWAT MINIMUM UNTUK MEPERKECLL EFEK KORONA PADA SALURAN TRANSMISI UDARA TEGANGAN 500 KV (Darma Syahputra, 2024)
Abstract
Baca Juga : PERANCANGAN INSTALASI LISTRIK SALURAN KAWAT UDARA TEGANGAN RENDAH (SKUTR) DI KOMPLEK PERUMAHAN PANGGOI INDAH LHOKSEUMAWE (Defri Saputra, 2014)