Di indonesia perencanaan tebal lapisan perkerasan jalan lentur dihitung dengan metode bina marga 1987. perencanaan tebal perkerasan bergantung antara lain pada kemampuan daya dukung tanah dasar, material perkerasan, beban lalu lintas, fungsi jalan dan faktor regional. beban lalu lintas erat kaitannya dengan jenis kendaraan dan lalu lintas harian rata-rata (lhr). dalam perencanaan tebal perkerasan pada jalan ulee lheue island road, konsultan perencana menggunakan data lalu lintas harian rata-rata (lhr) sekunder yang diperoleh dari dinas perhubungan dan juga lalu lintas harian rata-rata (lhr) ini diambil pada jalan sultan iskandar muda tahun 2007 yang banyak clilewati berbagai macam kendaraan serta berbagai arah tujuan. metode perencanaan yang digunakan oleh konsultan perencana adalah metode aashto 1986. tinjauan ulang perencanaan tebal perkerasan jalan ulee lheue island road dengan menggunakan data lhr yang diamati langsung di lapangan selama 3 hari yang mewakili satu minggu dan pada tahun 2009 serta menggunakan metode perencanaan bina marga 1987. mutu material yang dipakai sama dengan yang dipakai oleh konsultan perencana. hasil perencanaan konsultan perencana dengan menggunak:an metode aashto 1986 adalah lapisan permukaan (surface course) 9 cm, lapisan pondasi atas (base course) 20 cm dan lapisan pondasi bawah (subbase course) 25 cm. berdasarkan perencanaan ulang dengan metode bina marga 1987, diperoleh hasil yaitu lapisan permukaan (surface course) 7,5 cm, lpa (base course) 20 cm dan lpb (subbase course) 21,6 cm. volume lalu lintas yang diamati sangat berpengaruh terhadap nilai tebal masing-masing lapisan, oleh sebab itu pengambilan volume lalu lintas sebaiknya dimana lokasi proyek berada. apabila perkerasan jalan baru, maka pengambilan data lalu lintas harian rata-rata (lhr) diambil pada jalan yang terdekat dengan jalan yang alcan dibangun atau penghubung jalan baru, agar perencanaan lebih mengarah dan tepat. metode perhitungan tebal perkerasan juga sangat berpengaruh terbadap tebal masing-masing lapisan perkerasan, dimana perbandingan hasil yang diperoleh baik dengan metode bina marga 1987 maupun metode aashto 1986 tidak: terlalu jauh, namun perencanaan dengan metode bina marga lebih terarah dan tepat, karena metode ini telah disesuaikan dengan kondisi alam indonesia terlihat dari hasil perbandingan di atas, metode perencanaan bina marga lebih tepat dan efisien.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
TINJAUAN PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR PADA PROYEK ULEE LHEUE ISLAND ROADRN(SEGMEN JALAN SIM PANG LAGUNA - PELABUHAN PENYEBERANGAN ULEERNLHEUE BANDA ACEH). Banda Aceh Fakultas Teknik,2009
Baca Juga : STUDI PERBANDINGAN PASANG SURUT DI PELABUHAN PENYEBERANGAN ULEE LHEUE DAN DI PELABUHAN BARANG PT. LAFARGE CEMENT LHOKNGA (RIZAL FAHMI, 2014)
Abstract
Baca Juga : EFEKTIVITAS PENYEDIAAN LAYANAN PUBLIK OTORITAS PELABUHAN DALAM MENJALANKAN FUNGSI PENGAWASAN DI PELABUHAN ULEE-LHEUE (Muhammad Akhiarullah, 2023)