Abstrak kafein merupakan zat stimulan yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. berdasarkan riset kesehatan dasar 2013, jumlah penonsumsi kafein di aceh menempati urutan ketiga tertinggi di indonesia, yaitu sebesar 34,3%. kafein bekerja pada sejumlah reseptor pada sistem saraf pusat, antaralain reseptor a2, gaba, dan glisin yang juga merupakan lokasi kerja propofol. penelitian ini bertujuan mengetahui ada/tidaknya perbedaan dosis propofol pada induksi anestesi pasien pengonsumsi kafein kronik. jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional. pengumpulan data dilakukan pada bulan november-desember 2014 di rsud dr. zainoel abidin banda aceh dengan total sampel 50 orang yang dibedakan menjadi 25 orang pada kelompok konsumsi kafein kronik (kkr), dan 25 orang pada kelompok bukan konsumsi kafein kronik(bkr¬¬). pada hasil penelitian didapatkan rata-rata dosis propofol pada induksi anestesi kelompok kkr lebih tinggi dibandingkan kelompok bkr. analisis data menggunakan independent t test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara rata-rata dosis propofol pada kelompok kkr (2,8±0,37 mg/kgbb) dibandingkan bkr (2,3±0,28 mg/kgbb) dengan p=0,000 (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
DOSIS PROPOFOL SEBAGAI INDUKSI ANESTESI PADA PASIEN PENGONSUMSI KAFEIN KRONIK. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2015
Baca Juga : PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PROPOFOL DAN DEXMEDETOMIDINE TERHADAP MEAN ARTERIAL PRESSURE, BISPECTRAL INDEX, DAN ANALISA GAS DARAH PADA PASIEN OPERASI REMOVAL TUMOR INTRAKRANIAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Khairuddin, 2023)