Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
JEFRI FEBRIANDI, HUBUNGAN PARAMETER KUAT GESER LANGSUNG DENGAN INDEKS PLASTISITAS TANAH DESA NEUHEN ACEH BESAR. Banda Aceh Fakultas Teknik,2011

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks plastisitas (ip) dengan parameter kuat geser langsung yaitu nilai sudut geser (¢ ) dan kohesi (c). tanah yang digunakan pada penelitian ini adalah tanah terganggu (disturbed sample, ds) dan tanah tidak terganggu (undisturbed sample, uds). tanah terganggu adalah contoh tanah tidak asli yang diambil di tempat aslinya tanpa adanya usaha-usaha yang dilakukan untuk melindungi struktur asli dari tanah tersebut. tanah tidak terganggu adalah suatu contoh tanah yang masih menunjukkan sifat-sifat asli dari tanah aslinya yang tidak mengalami perubahan dalam struktur, kadar air (water content). pada kondisi ini, tanah diambil dengan menggunakan tabung (tube). apabila pada saat pengambilan contoh tanah tidak terganggu terjadi hambatan karena pada lokasi pengambilan tanah banyak batu, maka hal ini dapat dilakukan dengan cara pengambilan sampel terganggu. dengan demikian data ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengetahui stabilitas konstruksi. secara umum tanah desa neuhen berdasarkan sistem klasifikasi aashto tergolong dalam kelompok a• 7-6, dan menurut uscs termasuk golongan cl (lempung berpasir dengan plastisitas rendah sampai sedang). jumjab benda uji sebanyak 30 sarnpel yang terdiri dari 120 subsampel. hasil penelitian ini menunjukkan hubungan nilai parameter kuat geser terhadap nilai indeks plastisitas dengan persamaan tinier. persamaan hubungan tersebut pada undisturbed sample untuk sudut geser terhadap ip adalah ¢d=-0,700ip + 47,474; r = 0,882 dan kohesi c = -0,053ip + 1,569; r = 0,887. sedangkan pada disturbed sample hubungan sudut geser terhadap ip adalah ¢ =-1,757ip + 59,313; r= 0,891 dan c = -0,076ip + 1,882: r=0,783 berdasarkan hubungan tersebut memperlihatkan bahwa nilai kuat geser semakin menurun dengan bertambahnya nilai lndeks plastisitas. hal ini disebabkan nilai parameter sudut geser tergantung pada bentuk dan ukuran butiran, dimana nilai sudut geser cenderung menurun apabila nilai lndeks plaslisitas meningkat yang mengakibatkan butiran dan partikel pada tanah tidak saling mengikat, dan pada keadaan basah tanah lempung tersebut mudah hancur atau lunak, sehingga kekuatan geser tanah berkurang yang mengakibatkan terjadinya keruntuhan. nilai kohesi merupakan ukuran gaya tarik menarik antara partikel-partikel yang tergantung pada jenis tanah dan kepadatan, dengan meningkatnya indeks plastisitas maka gaya tarik menarik antar partikel tanah akan berkurang.



Abstract



    SERVICES DESK