Pada pelaksanaan proyek konstruksi sering muncul kejadian yang dapat menimbulkan risiko yang tidak dapat diabaikan, maka harus diperhatikan secara cermat agar risiko dapat diperkecil untuk menghindari terjadinya kegagalan baik dari segi biaya, waktu maupun mutu. di aceh terjadi risiko yang sangat tinggi seperti risiko ekonomi, politik, dan alam. faktor politik mempunyai bobot tertinggi pada faktor eksternal. penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat risiko waktu akibat konflik dan mengkaji perilaku kontraktor dalam menghadapi risiko tersebut. data yang penulis gunakan berupa data primer dan sekunder. data primer, yaitu kuesioner a, meliputi karakteristik responden dan identitas perusahaan, kuesioner b yang berisikan pernyataan mengenai risiko akibat konflik politik. sedangkan data sekundcr merupakan data mengenai perusahaan kontraktor yang pemah melaksanakan proyek konstruksi di kota banda aceh pada masa konflik (1998-2003) yang diperoleh dari gapensi. pengolahan data menggunakan perhitungan statistik dengan menggunakan alat bantu komputasi microsoft excel 2007. berdasarkan perhitungan penentuan kategori dampak dengan nilai rata-rata 3,35 yang terletak pada interval bobot 3,i • 4 maka ancaman disimpulkan pada kategori tinggi, dampaknya berkisar antara 22• 28 hari. begitu juga untuk kejadian kontak senjata dan pembakaran dapat disimpulkan pada kategori tinggi, dampaknya berkisar antara 22 -28 hari, kejadian pungutan liar dan kerusuhan yaitu dampak terhadap waktu antara 15- 21 hari maka termasuk dalam kategori sedang, demonstrasi, pengrusakan dan pencurian terletak pada kategori rendah dimana dampaknya yaitu 7 -14 hari. hasil dari perhitungan penentuan perilaku kontraktor menunjukkan bahwa nilai rata-rata untuk kejadian risiko pungutan liar adalah 2,43 terletak pada rentangan 2,1 -3 maka dapat disimpulkan kontraktor bersikap sebagai risk taker. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada masa konflik kontraktor yang melaksanakan proyek konstruksi di kota banda aceh lebih berani untuk menanggung risiko, hal ini terlihat dari 4 dari 7 kejadian risiko yaitu pungutan liar, kontak senjata, pengrusakan dan pencurian, kontraktor memilih untuk. bersikap menanggung segala konsekuensi dan akibat dari risiko-risiko tersebut. pada kejadian risiko ancaman, kerusuhan dan pembakaran, kontraktor lebih memilih berperilaku sebagai risk neutral.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN PERILAKU KONTRAKTOR DALAM MENGHADAPI RISIKO WAKTU AKIBAT KONFLIK POLITIK PADA PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik,2010
Baca Juga : KAJIAN DAMPAK RISIKO TERHADAP MUTU PROYEK KONSTRUKSI BAGI KONTRAKTOR PELAKSANA DI PROVINSI ACEH (Budi Mufti, 2017)
Abstract
Baca Juga : FAKTOR-FAKTOR RISIKO DALAM PELAKSANAANRNPROYEK KONSTRUKSI JALAN RNDI PROVINSI ACEH (Rachmad Abdullah, St, 2022)