Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Cut Nurul Izza, KARAKTERISASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK AKTIF KULIT BATANG JOHAR (CASSIA SIAMEA LAMK.) DI ACEH. Banda Aceh Fakultas MIPA Kimia,2024

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak metanol, ekstrak n-heksana, ekstrak etil asetat, ekstrak metanol hasil partisi dan fraksi gabungan hasil pemisahan kulit batang cassia siamea. hasil maserasi yang diperoleh pada ekstrak metanol, ekstrak n-heksana, ekstrak etil asetat dan ekstrak metanol hasil partisi sebesar 344,0375 g; 72,8031 g; 25,9413 g dan 71,414 g. aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran dan dilusi. nilai diameter rata-rata zona hambat yang diperoleh dari ekstrak metanol, ekstrak n-heksana, ekstrak etil asetat dan ekstrak metanol hasil partisi yaitu 11,7 mm; 10,5 mm; 14,6 mm dan 0 mm terhadap bakteri s. aureus serta 0 mm; 10,2 mm; 11 mm dan 0 mm terhadap bakteri e. coli. konsentrasi hambat minimum (khm) terhadap bakteri s. aureus berada pada konsentrasi 10% dengan nilai od600 sebesar -0,223 dan konsentrasi 50% terhadap bakteri e. coli dengan nilai od600 sebesar -0,167. konsentrasi bunuh minimum (kbm) terhadap bakteri s. aureus terdapat pada konsentrasi 10% dan konsentasi 50% merupakan konsentrasi minimum yang dapat membunuh bakteri e. coli. ekstrak etil asetat sebagai ekstrak aktif pada penelitian ini diisolasi dengan menggunakan kromatografi kolom cair vakum sebanyak 7 g dan diperoleh 5 kelompok fraksi gabungan berdasarkan kemiripan pola nodanya. fraksi csea c sebagai kelompok fraksi yang paling aktif diisolasi lebih lanjut menggunakan kromatografi kolom dan diperoleh 10 subfraksi. subfraksi csea c 3 diduga sebagai senyawa murni dan dilakukan analisis menggunakan gcms serta diperoleh senyawa 9,19-cyclolanost-24-en-3-ol, acetate, (3β)- yang merupakan senyawa golongan triterpenoid sebagai senyawa aktif antibakteri. kata kunci: cassia siamea lamk, antibakteri, khm dan kbm, metode difusi dan dilusi.



Abstract

This study aimed to determine the antibacterial activity of methanol extract, n-hexane extract, ethyl acetate extract, methanol extract resulting from partitioning, and the combined fraction resulting from the separation of Cassia siamea stem bark. The maceration results obtained from methanol extract, n-hexane extract, ethyl acetate extract, and partitioned methanol extract were 344.0375 g; 72.8031 g; 25.9413 g, and 71.414 g. Antibacterial activity was carried out using well diffusion and dilution methods. The average diameter value of the inhibition zone obtained from methanol extract, n-hexane extract, ethyl acetate extract, and partitioned methanol extract was 11.7 mm; 10.5 mm; 14.6 mm, and 0 mm against S. aureus and 0 mm; 10.2 mm; 11 mm and 0 mm against E. coli. The Minimum Inhibitory Concentration (MIC) for S. aureus bacteria is at a concentration of 10% with an OD600 value of -0.223 and a 50% concentration for E. coli bacteria with an OD600 value of -0.167. The Minimum Bactericidal Concentration (MBC) for S. aureus bacteria is at a concentration of 10% and a concentration of 50% is the minimum concentration that can kill E. coli bacteria. Ethyl acetate extract as the active extract in this study was isolated using vacuum liquid column chromatography in the amount of 7 g and 5 combined fractions were obtained based on the similarity of the stain patterns. The CSEA C fraction as the most active fraction was further isolated using column chromatography and 10 subfractions were obtained. The CSEA C 3 subfraction was thought to be a pure compound and was analyzed using GCMS and obtained the compound 9,19-Cyclolanost-24-en-3-ol, acetate, (3β)- which is a triterpenoid group compound as an active antibacterial compound. Key words: Cassia siamea Lamk, antibacterial, MIC and MBC, diffusion and dilution methods.



    SERVICES DESK