Kopi merupakan salah satu hasil perkebunan rakyat yang cukup berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi di provinsi nanggroe aceh darussalam. pengeringan labu kopi merupakan salah satu proses yang penting dan membutuhkan waktu yang cukup lama dari totalproses buah menjadi bubuk kopi. labu kopi adalah biji kopi yang sudah dikupas kulit arinya dan harus dikeringkan sampai pada batas kadar air yang diinginkan, 15 -18 % kadar air untuk standar penadah kopi lokal dan 13 % untuk standar nasional (sni --01- 2907 1992). berdasarkan penelitian dan pengolahan data yang telah dilakukan terhadap a/at pengering tipe lorong bertingkat energi surya dan biomassa dengan kadar air awal labu kopi sebelum pengeringan adalah sebesar 44,97 %. pengeringan secara alamiah membutuhkan waktu 2 hari total waktu pengeringan dengan temperatur lingkungan rata rata sebesar 34,27 "c dan 6 jam pada alat pengering dengan temperatur rata - rata ruang pengering 52,71'c pada lorong atas dan 33,02'cpada lorong bawah. laju perpindahanpanas konveksi dari plat lantai terhadap aliran udara dalam lorong atas adalah sebesar /96 w dan 18, 57wpada lorong bawah. kata lrunci : pengeringan, pengering, labu kopi, energi surya, biomassa.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMANFAATAN PENGERING TIPE LORONG DUA TINGKAT ENERGI SURYA DAN BIOMASSA UNTUK KOMODITI BIJI KOPI. Banda Aceh Fakultas Teknik,2008
Baca Juga : ANALISA SISTEM PENGERING UNTUK PRODUK PERTANIAN (Ilham Akbar, 2023)
Abstract
Baca Juga : PENGUJIAN ALAT PENGERING SURYA SEDERHANA DAN MODIFIKASI MENJADI ALAT PENGERING HYBRID (Muhammad Irvan, 2018)