Penelitian ini merapakan studi terhadap kajian tingkat kemanpuan penyerapan panas matahari oleh material pekarangan rumah. pada penelitian ini dikaji beberapa material pekarangan rumah seperti aspal, semen paving block dan rumput. material pekarangan rumah bersiif;at menyerap panas dari radiasi matahari yang akan berpengaruh terhadap kondisi panas lingkungan. radjasi matahari yang dipancarkan ke bumi diserap oleh material pekarangan yang akan menyebabkan temperatur udara disekelilingnya meringkat, hal ini akan menyebabkan terganggunya kehidupan mahluk hidup. untuk ini perlua dikqji tingkat kemampuan penyerapan panas pada masing-masing material (aspal, semen, paving block dan rumput) agar dapat diketahui material mana yang dapat menyejukkan lingkungan di pekarangan rumah. dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspal memiliki tingkat temperatur udara paling tinggi dengan temperatur rata-rata hari pertama 44,25 °c, hari kedua 45,25®c dan hari ketiga 45,25 °c. sedangkan rumput memiliki tingkat temperatur udara paling rendah dengan temperatur rata-rota hari pertama 35,75 °c, hari kedua 36,75 °c, dan hari ketiga 37.75°c. sehingga dapat dikatakan bahwa material pekarangan rumah merupakan material pekarangan yang paling baik untuk dapat menyejukkan lingkungan pada siang hari, karena memiliki temperatur udara dan kemampuan penyerapan panas yang lebih rendah dibandingkan dari tiga material lainnya. kata kunci : material pekarangan, penyerapan panas, temperatur udara
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN TINGKAT KEMAMPUAN PENYERAPAN PANAS MATAHARI OLEH MATERIAL PEKARANGAN RUMAH. Banda Aceh Fakultas Teknik,2010
Baca Juga : KAJIAN TINGKAT KEMAMPUAN PENYERAPAN PANAS MATAHARI OLEH TANAMAN TAMAN RUMAH (ERLITA, 2014)
Abstract
Baca Juga : KAJI EKSPERIMENTAL PERFORMASI KOLEKTOR KOSENTRATOR TIPE SETENGAH SILINDRIS TERHADAP PENAMBAHAN MATERIAL PENYIMPAN PANAS (Adithya Pratama, 2018)