Pengelolaan daerah aliran sungai (das) mempunyai tujuan utama yaitu terkendalinya interaksi antara sumber daya manusia dan sumber daya alam untuk kelestarian fungsi lingkungan dan kesejahteraan manusia. hal terpenting dalam pengelolaan sumber daya air pada das adalah pemanfaatan air yang berkelanjutan, salah satu caranya adalah mempertahankan kualitas air. seiring dengan perkembangan yang terus meningkat seperti banyaknya industri-industri besar, jumlah penduduk yang padat, meningkatya taraf hidup masyarakat serta bertambahnya aktifitas pertanian dan industri semakin menunjukkan penurunan kualitas air sungai. tujuan dari penelitian ini adalah menduga besarnya kualitas air pada sub das sipare-pare asahan sumatera utara. studi kasus dilaksanakan di das bah bolan yang secara administratif lokasinya terletak dikabupaten asahan dan kabupaten simalungun sumatera utara tapat nya disub das sipare-pare asahan s-tera utara. kalibrasi model yang menggambarkan hubungan konsentrasi parameter kualitas air dengan debit sungai dilakukan untuk periode satu tahun yaitu tahun 2001. model matematis untuk satu tahun adalah gabungan dua model yaitu model pada musim kemarau dan model pada musim penghujan. konsentrasi parameter kualitas air dikatakan mendekati nilai observasi diketahui dengan perhitungan koefisien determinasi antara nilai parameter kualitas air model dengan nilai parameter kualitas air observasi hingga mencapai nilai lebih drri 0,6. hasil penelitian menunjukkan bahwa, nilai koefisien determinasi hasil kalibrasi data tahun 2001 untuk masing-masing parameter kualitas air menunjukkan hasil yang beragam. determinasi terbesar adalah 0,846 yaitu mangan dari model matematis musim kenaran sedangkan determinasi terkecil adalah 0,25 yaitu untuk turbiditas dari model matematis pada musim penghujan, 0,49 yaitu untuk ph dari model matematis pada musim penghujan serta 0,43 dan 0,561 yaitu untuk tds dari model matematis untuk musim penghujan dan kemarau. jadi model matematis yang digunakan kurang dapat menggambarkan fluktuasi kualitas air terutana untuk turbiditas pada musim penghujan, ph pada musim penghujan dan tds pada musim penghujan dan kemarau karena memiliki nilai detemininasi kurang dari 0'6. sementara itu proses validasi untuk data tahun 2002, di peroleh hasil yang kurang dapat menggambarkan fluktuasi kualitas air terutama untuk turbiditas dengan nilai determinasi yaitu 0,586 dan 0,531 untuk musim penghujan dan untuk tds dengan nilai determinasi yaitu 0,497 pada musim kemarau. sementara itu nilai deteminasi tertinggi adalah 0,966 yaitu untuk klorida pada musim penghujan. pada proses validasi data tahun 2003, di peroleh nilai yang baik untuk semun parameter kualitas air, karena nilai koefisien deteminasi model lebih dari 0,6. jadi model matematis yang digunakan dapat menggambarkan fluktuasi hialitas air, sedanghan nilai koefisien deteminasi tertinggi adalah 0,958 untuk klorida pada musim kemarau dan nilai determinasi terkecil adalah 0,729 untuk turbiditas pada musim penghujan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
SIMULASI PEMODELAN KUALLLTAS AIR (WATER QUALITY) MENGGUNAKAN PROGRAMN DELPHI 6.0. Banda Aceh Fakultas Pertanian,2007
Baca Juga : STATUS KUALITAS AIR TANAH AKIBAT AIR LIMBAH DOMESTIK DI KOTA BANDA ACEH (Mahfudh, 2025)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN HIGIENE SANITASI DEPOT AIR MINUM DENGAN KUALITAS AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN SYIAH KUALA (Riana Maya Sari, 2017)