Suatu proses permesinan bertujuan untuk mendapatkan suatu produk yang baik. salah satu proses yang digunakan adalah proses bubut. pada proses bubut pengecilan diameter dapat dilakukan oleh mesin bubut (lathe machine). mesin bubut mempunyai berbagai jenis mata pahat untuk berbagai kepentingan, salah satunya adalah mata pahat chamfering dimana pada mata potong pahat tersebut dibuat kemiringan sudut (angle) pada tepi (corner) pada mata potongnya. pada penelitian ini digunakan geometri pahat chamfering dan pahat tanpa perlakuan (runcing) dengan memvariasikan kedalaman potong (a) 0, 5 mm, i mm, 1,5 mm dan 2 mm, material yang digunakan baja karbon sedang s 45 c berbentuk poros sebanyak 8 batan g. kecepatan putaran spindel 237 rpm, kecepatan potong tetap yaitu: (v) = 40 mm/min dengan gerak makan (f) = 0,25 mm/r dengan menggunakan jenis pahat hss sebanyak 8 buah. berdasarkan hasil pengukuran kekasaran permukaan pada benda kerja diperoleh tingkat kekasaran tertinggi pada geometri pahat tanpa perlakuan yaitu = 26,474 m pada kedalaman potong 2 mm, sedangkan nilai kekasaran yang terendah terjadi pada bentuk pahat chamfe ring yaitu : ra =2,50 m dengan kedalaman potong 0, 5 mm. dari hasil pengukuran diketahui bahwa kualitas hasil bubut dipengaruhi oleh kedalaman potong dan bentuk ujung pahat. kata kunci : proses bubut, chamfering, kedalaman potong, kekasaran permukaan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH CHAMFERING MATA PAHAT TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA PADA PROSES BUBUT. Banda Aceh Fakultas Teknik,2008
Baca Juga : PENGARUH RADIUS UJUNG PAHAT DAN KEDALAMAN POTONG TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA DAN KEAUSAN UJUNG PAHAT PADA PROSES BUBUT (Muslem, 2024)
Abstract
Baca Juga : ANALISA PENGARUH GAYA POTONG KEDALAM POTONG DAN SUDUT GERAM TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN (Darmansyah D, 2024)