Proses pengerjaan logam dengan menggunakan mesin bubut dalam proses pembuatan komponen-komponen mesin sering kita temukan, mulai dari reparasi bengkel kecil sampai industri-industri besar. ketelitian, kepresisian dan keakuratan pada mesin bubut sangat menentukan hasil proses bubut, untuk itu pada mesin bubut ini akan dilakukan pengujian kebulatan spindle, kerataan dan kelurusan permukaan meja. untuk melakukan pengujian digunakan alat-alat seperti dial indicator dan water level semu pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur dial indicator dan water level sebagai alat bantu. metode pengukuran dilakukan tergantung pada jenis pengujian sesuai dengan ketentuan dari mesin. dari hasil pengujian kebulatan spindle, kelurusan dan kerataan pada meja mesin bubut, dapat diketahui dengan menggunakan dial indicator dan water level. pengujian kebulatan spindle yang di uji pada material yang telah dibubut dengan mesin tersebut tidak mengalami penyimpangan yang berarti dan masih dalam tahap toleransi yang telah diberikan, maka dapat disimpulkan bahwa kondisi mesin dalam keadaan baik ketidaklurusan yang dialami meja bubut yaitu sebesar 0.068 mm, dan telah melewati toleransi yang diberikan, jadi keadaan meja mesin tidak baik. penyimpangan ketidakrataan sebesar -0.02 mm dari toleransi yang diberikan, berarti kondisi mesin mengalami pemurunan. penyimpangan terjadi karena adanya keausan meja, gesekan antara apron (cross slide) dengan meja, getaran mesin dan faktor mesin yang telah lama terpakai kata kunci : mesin bubut, kebulatan spindel, kelurusan, kerataan
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
UJI KEBULATAN SPINDLE KERATAAN DAN KELURUSAN MEJA PADA MESIN BUBUT DENFORD MODEL 1/1 GB. Banda Aceh Fakultas Teknik,2011
Baca Juga : PENGUKURAN KELURUSAN MEJA PADA MACHINING CENTER AGMA (A-8) (EDI KURNIAWAN, 2024)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH PARAMETER PEMOTONGAN TERHADAP KEBULATAN BENDA KERJA PADA PROSES BUBUT (rahardianto.s, 2013)