Permintaan energi dihitung berdasarkan besarnya proyeksi aktivitas pemakaian energi clan intensitas pemakaian energi (sbm per nilai tambah). tingkat perekonomian dan jumlah penduduk sangat berpengaruh terhadap aktivitas pemakaian energi. semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk akan menyebabkan aktivitas pemakaian energi semakin tinggi. penyediaan energi selain ditentukan dari besarnya prakiraan kebutuhan energi, juga ditentukan oleh jumlah cadangan energi, teknologi pemanfaatan energi, kebijakan pemerintah dan tingkat investasi di bidang energi. dajam penelitian ini dilakukan prakiraan kebutuhan energi sektor komersial propinsi nanggroe aceh darussalam dengan menggunakan model leap (long-range energy alternatives planning system). analisis kebutuhan energi sektor komersial dilakukan sepuluh tahun ke depan dengan tahun 2004 sebagai tahun dasar. hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan/pennintaan energi di wilayah nanggroe aceh darussalam selama periode 2005-2015 meningkat. menurut jenis energi yang dikonsumsi, pertumbuhan permintaan energi akan minyak tanah tumbuh rata-rata 4,43% per tahun; permintaan minyak solar juga tumbuh sebesar 4, 13% per tahun; sedangkan permintaan energi listrik tumbuh rata-rata 4,21% per tahun. kata kunci : kebutuhan energi, leap, intensitas energi, aktivitas energi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PRAKIRAAN KEBUTUHAN ENERGI SEKTOR KOMERSIAL DI PROPINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM MENGGUNAKAN PERANGKATLUNAK LEAP. Banda Aceh Fakultas Teknik,2007
Baca Juga : PERAMALAN KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK DAN BEBAN PUNCAK SEBAGAI DASAR PERENCANAAN DI PLN CABANG BANDA ACEH DENGAN METODE REGRESI (Sari Ulfa Yanti, 2024)