Kebutuhan layanan komunikasi wireless yang berkapasitas besar terns bertambah. salah satunya adalah layanan komunikasi bergerak yang semakin diminati oleh masyarakat dunia. sistem komunikasi teresterial membutuhkan pembangunan banyak base transceiver untuk melangsungkan komunikasi line of sight, sementara untuk satelit memiliki keterbatasan pada kapasitasnya. solusi yang timbul kemudian adalah dengan menggunakan high altitude platform station (haps). teknologi ini beroperasi pada ketinggian 20 km di atas permukaan laut di lapisan stratosfer. haps dapat berupa halon udara atau pesawat tanpa awak yang membawa beban berupa peralatan telekomunikasi di dalamnya tulisan ini membandingkan sebuah haps dengan bts sebagai pemancar atau penerima sebagai altematif telekomunikasi bergerak. haps memiliki banyak keuntungan diantaranya cakupan sangat luas dimana satu wahana haps dapat mencakup daerah 450 km sampai dengan 500 km sedangkan pada bts hanya 2-4 km saja dan tergantung kepada kepadatan wilayah, menggunakan modulasi 16 qam sedangkan pada gsm menggunakan omsk, haps memiliki alokasi kanal yang besar sampai 1.000.000 pelanggan jauh lebih kecil jika menggunakan bts, biaya haps yang lebih murah jika dibandingkan dengan pembangunan ratusan bts untuk cakupan yang sama, perawatan yang lebih baik dan dapat dikembangkan secara luas dan cepat.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI PERBANDINGAN TEKNOLOGI HIGH ALTITUDE PLATFORM STATION (HAPS) DENGAN BASE TRANSCEIVER STATION (BTS) PADA GSM SEBAGAI ALTERNATIF TELEKOMUNIKASI BERGERAK. Banda Aceh Fakultas Teknik,2006
Baca Juga : ANALISIS PERFORMANSI PROPAGASI GELOMBANG RADIO KOMUNIKASI BERGERAK GSM UNTUK KOTA BANDA ACEH (T Mahriansyah, 2024)
Abstract
Baca Juga : PEMETAAN CAKUPAN KUAT SINYAL BTS TELKOMSEL DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE NEMO HANDY (Zulfikri, 2024)