Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat tulang bulu ayam terhadap perilaku kuat tekan optimum pada saat benda uji berumur 7 dan 28 hari dengan faktor air semen 0,40. pada penelitian ini dibuat tiga macam variasi campuran beton serat tulang bulu ayam dengan konsentrasi serat 0,2%, 0,4%, dan 0,6% dengan menggunakan tiga macam diameter agregat maksimum yaitu 19,1 mm, 25,4 mm, dan 31,5 mm. benda uji yang digunakan adalah beton silinder berdiameter 150 mm dan tinggi 300 mm, sedangkan kubus berukuran 150 x 150 x 150 mm denganjumlah keseluruhan sampel adalah seratus sembilan puluh dua (192) buah benda uji, dan sebagai perbandingan digunakan beton tanpa tambahan serat dengan faktor air semen yang sama. pada penelitian ini digunakan serat alami hewani berupa tulang bulu ayam, hal ini bertujuan untuk mengurangi limbah industri yang dapat merusak lingkungan. adapun cara kerjanya adalah serat tulang bulu ayam yang akan dipakai barns dibersihkan terlebih dahulu, lalu dipotong sesuai ukuran yang ditentukan yaitu 50 mm. hasil penelitian menunjukkan bahwa dari basil keseluruhan pengujian kuat tekan beton dengan penambahan serat 0,4% lebih baik dari pada persentase lainnya dengan nilai regangan maksimum 0,00517 pada umur 28 hari, sedangkan basil penelitian kuat tekan beton menunjukkan bahwa diameter agregat maksimum 19,1 mm dan 25,4 mm dapat meningkatkan kuat tekan beton, sedangkan pada diameter agregat 31,5 mm terjadi penurunan yang signifikan. kata kunci: serat tulang bulu ayam, beton serat, kuat tekan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TULANG BULU AYAM TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL. Banda Aceh Fakultas Teknik,2010
Baca Juga : PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TULANG IKAN TOGKOL DAN ABU POZZOLAN TERHADAP KUAT TEKAN BETON NORMAL (TEUKU RAJA ANGKASAH, 2020)