Metode pantulan berulang gelombang suja yang biasa diwujudkan dalam bentuk diagram tangga sebagai analisisnya sangat sesuai untuk mengamati jejak dari pemantulan gelombang s`ria pada saluran dari sistem penempatan arrester, dengan metode ini selanjuthya akan didapathan nilai tegangan sulja petir tertinggi yang teriadi pada anester dan trafo serta arus surja petir tertinggi yang mengalir pada kawat lebur dari pelebur/co pada masing-masing sistem penempatan arrester. hasil analisis menunjukkan bahwa: sistem-i memiliki nilai tegangan surja yang sama dan lebih rendah dari sistem-2, yaitu sebesar 99,98 % pada anester dan 95,3 % pada trafo sedanghan sistem-2 sebesar 182,07 % . tegangan surja yang tinggi pada arrester dapat memperpendek umur kerja dari arrester tersebut, karena pada kondisi ini arrester clan bekerja lebih berat untuk melindungi trafo dari tegangan surja tersebut. arus surja yang teriadi pada kawat lebur untuk sistem-1 bernilai paling kecil dibandingkan sistem yang lain. yaitu sebesar 0,0189 % sedangkan sistem-2 sebesar 0,2236 %. arus surja ini menimbulkan energi petir yang tidak sampai memutuskan kawat lebur dari co pada sistem-1 tetapi memutuskan kawat lebur dari c0 pada sistem-2. akhirnya dari hasil analisis tersebut didapatkanlah sistem-i sebagai sistem penempatan arrester yang efektif pada gtt sebagai proteksi trafo dari tegangan lebih yang disebabkan surja petir. kata kunci : penempatan arrester, proteksi, trafo distribusi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI PENGARUH PENEMPATAN ARRESTER TERHADAP EFEKTIFITAS PROTEKSI TRANSFORMATOR DISTRIBUSI 20 KV PADARNGARDU TRAFO TIANG PLN BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik,2010
Baca Juga : STUDI PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN CURRENT TRANSFORMATOR (CT) 150KV PADA GARDU INDUK (GI) DI BANDA ACEH (Khairul Fuad, 2014)
Abstract
Baca Juga : SISTEM PENDINGIN TRANSFORMATOR PADA PLTMG ARUN 184 MW (SRI MULIYA EFENDI, 2018)