Pada proses pembubutan, metode pendinginan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hasil proses permesinan. untuk menurunkan temperatur yang terjadi pada bidang aktifmata pahat, umumnya industri manufaktur menerapkan sistem pendinginan dengan metode mengucurkan/ membanjirkan bagian atas pahat dengan cairan pendingin secara terus-menerus. akan tetapi masalah utama pada saat proses pembubutan yang terjadi ialah pendinginan secara konvensional ini tidak mampu mencapai bagian teraktif pahat karena tertutup oleh geram.konsep mengaplikasikan hpc (high pressure coolant) atau pendingin pahat bertekanan tinggi merupakan suatu solusi baru untuk menggantikan metode pendinginan pahat secara konvesional dengan mengarahkan jet cairan pendingin pada permukaan mata pahat dengan tekanan 400 knim" sampai 13.000 kn/m' sehingga mampu mengendalikan arah aliran geram dan dikombinasikan dengan menurunkan temperatur mata pahat. penelitian ini dilakukan untuk untuk melihat bentuk patahan geram dan membandingkan dengan bentuk patahan geram dari proses pembubutan dengan metode pendinginan secara konvesional. dari rangking klasifikasi bentuk patahan geram yang dihasilkan dari penelitian menunjukkan bahwa bentuk patahan geram yang dihasilkan dari proses pembubutan dengan metode pendingin bertekanan tinggi lebih baik dibandingkan metode pendinginan konvesional. kata kunci: bubut, metode pendinginan, pahat, hpc (high pressure coolant)
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH METODE PENDINGINAN TERHADAP BENTUK PATAHAN GERAM PADA PROSES PEMBUBUTAN. Banda Aceh Fakultas Teknik,2010
Baca Juga : EVALUASI PERFORMANCE PROSES PEMOTONGAN MELALUI BENTUK DAN DIMENSI GERAM PADA PROSES BUBUT (AFRIZAL, 2024)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH KONDISI PEMOTONGAN TERBADAP KEAUSAN PAHAT PADA PROSES BUBUT (MUJIBURRAHMAN ZA, 2024)