Baja sangat dipengaruhi oleh unsur-unsur paduan yang terkandung didalamnya. semua unsur paduan yang membentuk larutan padat akan menaikkan kekerasan dan kekuatan terhadap baja, seperti unsur karbon yang terkandung didalam baja. semakin tinggi unsur karbon maka kekerasann ya akan semakin tinggi. penel'ian ini dilakukan untuk melihat pengaruh jenis baja karbon sedang dan baja karbon rendah yang melalui proses pemesinan dengan variasi media pendingin, dimana terjadi efek panas antara pahat dan benda kerja sel?ma proses pemakanan, terhadap kekerasan dan kekasaran permukaan. untuk melihat perubahan kekerasan dan kekasaran tersebut telah digunakan 20 spesimen baja karbon sedang a1si 1045 yang di annealing dan 20 spesimen baja karbon rendah aisi 1025. proses pemesinan dilakukan dengan memvariasikan kedalaman potong dan media pendingin. dari pengujian kekerasan setelah proses pemesinan terhadap kedua baja diperoleh perubahan angka kekerasan tertinggi terjadi pada media pendingin air. dimana kekerasan rata-rata untuk aisi 1045 yaitu 242,2 hv dan untuk aisi 102° yaitu 189,4 hv. angka kekerasan terendah dengan media pendingin udara, diperoleh kekerasan rata-rata untuk ais! 1045 adalah 195,2 hv dan untuk a1si 1025 adalah 151,i hv. pada pengujian kekasaran diperoleh hasil bahwa proses pemesinan dengan tanpa media pendingin (udara) selama proses dapat meningkatkan kekasaran. kemu'an disusul dengan media pendingin air, oli sae 40 dan emulsi yang terhalus. kata kunci; proses pemesinan, media pendingin, efek panas, kekerasan, kekasaran, baja karbon, annealing.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERUBAHAN KEKERASAN DAN KEKASARAN PERMUKAAN HASIL BUBUT DENGAN VARIASI MEDIA PENDINGIN PADA BAJA AISI 1025 DAN AISI 1045. Banda Aceh Fakultas Teknik,2006
Baca Juga : PENGARUH PENDINGIN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN DAN KEAUSAN TEPI PAHAT PADA PROSES BUBUT BAJA KARBON SEDANG (Franky Cendana, 2024)