Keausan merupakanfaktor yang menentukan umur pahat, maka pertumbuhannya perlu ditinjau dengan memperhatikan faktor utama atau faktor dominan dari mekanisme keausan pahat. agar mata pahat dapat digunakan dalam waktu yang lebih lama, mata pahat harus digunakan sebaik mungkin dan dilakukan pengasahan dan perbaikan (rekondisi) bila terjadi keausan. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keausan tepi (vb) pahat dengan memvariasikan diameter pahat (d), putaran spindle (n) yang dilakukan pada material benda kerja s45c, kedalaman 7mm dengan menggunakan pendingin dan tanpa pendingin pada mata pahat hss (high speed steel) yang baru dan yang telah mengalami pengasahan. dari hasil pengukuran keausan tepi (vb) pahat, keausan terbesar terjadi pada kondisi pemotongan i5 m/min, putaran spindle (n) 500 rpm, diameter pahat (d) 10 mm tanpa pendingin dan telah mengalami pengasahan yaitu 0,248 mm. sedangkan keausan tepi (vb) pahat terkecil adalah pada putaran spindle 800 rpm, diameter pahat (d)y 6 mm, dengan menggunakan pendingin pada mata pahat sebelum pengasahan (baru) yaitu 0,138 mm. kata kunci : proses gurdi, keausan tepi, pengasahan, hss
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISA KEAUSAN TEPI PADA PAHAT REKONDISI DAN TANPA REKONDISI PADA PROSES GURDI (DRILLING) BAJA KARBON SEDANG S45C. Banda Aceh Fakultas Teknik,2009
Baca Juga : ANALISA KEAUSAN MATA PAHAT PADA PROSES GURDI DENGAN VARIASI BEBAN (RAHMAT, 2023)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH PENDINGIN TERHADAP KEKASARAN PERMUKAAN DAN KEAUSAN TEPI PAHAT PADA PROSES BUBUT BAJA KARBON SEDANG (Franky Cendana, 2024)