Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan fakultas pertanian universitas syiah kuala. bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih kedelai varietas anjasmoro dan kipas merah, tanah lapisan atas (top soil) dari jenis entisol, pupuk urea, sp-36 dan kci, serta pestisida curacron. alat yang digunakan adalah hand sprayer merek solo kapasitas 14 i, timbangan analitik, timbangan duduk merek camry kapasitas 10 kg, gelas ukur 50 ml, gelas ukur 1000 ml, mistar, oven, timba plastik warna hitam, cangkul, ayakan tanah ukuran 10 mess, pisau, dan gayung. kumulatif umur 8-90 hst, tinggi tanaman kedelai umur 15 hst, jumlah polong per tanaman, jumlah polong berisi pertanaman, dan berat 100 butir biji kering tanaman kedelai umur 90 hst. varietas kipas merah cenderung lebih tahan terhadap kekeringan namun pada untuk parameter pertumbuhan kedua varietas, varietas anjasmoro dan kipas merah masih dapat bertahan pada kondisi cekaman kekeringan 80% kl. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan 3 ulangan. faktor cekaman kekeringan terdiri atas 4 (empat) taraf yaitu perlakuan air 100% kl (kontrol), perlakuan cekaman kekeringan 80%, 60% dan 40% kl (kapasitas lapang). faktor varietas terdiri atas 2 (dua) taraf, yaitu varietas anjasmoro dan varietas kipas merah. peubah-peubah yang diamati meliputi rata-rata jumlah air kumulatif umur 8-90 hst, tinggi tanaman umur 15, 30, dan 45 hst, panjang akar, bobot kering akar, bobot basah dan bobot kering
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADA DUA VARIETAS KEDELAI (GLYCINE MAX L. MERRIL). Banda Aceh Fakultas Pertanian,2011
Baca Juga : PENGARUH FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR (FMA) INDIGEN DAN CEKAMAN KEKERINGAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN N, P DAN K TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS L.) PADA INCEPTISOL (Irham Maulana, 2018)