Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan batu apung sebagai pengganti kerikil dan pasir kasar terhadap sifat mekanis beton serta membandingkan dengan beton normal yang diteliti oleh yunita (2000). sifat mekanis beton yang diteliti meliputi pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat tarik lentur. benda uji yang digunaka n pada pengujian kuat tekan adalah silinder berdiameter 10 cm; tinggi 20 cm sebanyak 27 buah, silinder i5 cm; tinggi 30 cm sebanyak 9 buah, dan kubus berukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm sebanyak 9 buah. untuk pengujian lruat tarik belah, benda uji yang digunakan adalah silinder berdiameter 15 cm; tinggi 30 cm sebanyak 9 buah dan pengujian kuat tarik lentur, digunakan benda uji berukuran 10 cm x 10 cm x 40 cm sebanyak 9 buah. semen portland tipe i dengan tiga variasi faktor air semen (fas) yaitu 0,4; 0,5; dan 0,6 dan diameter agregat maksimum 31,5 mm digunakan dalam campuran beton beragr egat batu apung. hasil beton normal pada penelitian yunita (2000) yaitu pada fas 0,4; 0,5; dan 0,6 masing-masing adalah 358,39 kg/cm; 267,85 kg/cm; dan 207,49 kg/em. hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton beragregat batu apung mengalami penurunan pada fas 0,4; 0,5; dan 0,6 masing• masing sebesar 29,74%; 29,75%; dan 23,91% terhadap kuat tekan beton normal. nilai konversi faktor bentuk untuk beton beragregat batu apung antara silinder diameter 15 cm; tinggi 30 cm terhadap kubus 15 cm x 15 cm x 15 cm adalah 79,30%. hasil pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah menunjukan bahwa semakin kecil fas maka semakin besar kuat tekan dan kuat tarik belah yang diperoleh sedangkan basil pengujian kuat tarik lentur menunjukkan basil yang sebali.kn ya. diperoleh, berat dari beton beragregat batu apung lebib kecil 18,28% dari berat beton normal.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PENGGUNAAN BATU APUNG (PUMICE) SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT (AGGREGATE REPLACEMENT) TERHADAP SIFAT MEKANIS BETON. Banda Aceh Fakultas Teknik,2010
Baca Juga : ANALISIS KUAT TARIK DAN ABSORPSI BETON MUTU TINGGI HYBRID MENGGUNAKAN SUBSTITUSI ADITIF PENGGANTI SEMEN, SUBSTITUSI AGREGAT DAN NANOMATERIAL BIJIH BESI (PENGGUNAAN FLY ASH BATU BARA, CANGKANG SAWIT, PASIR POZZOLAN, DAN NANOMATERIAL BIJIH BESI) (ADE DWINTA, 2020)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH PENAMBAHAN AGREGAT RINGAN TERHADAP KUAT GESER BETON RINGAN BUSA SG = 1,4 DENGAN METODE PENGUJIAN PUSH-OFF (Rosalina, 2024)