Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Muhammad Amin, ANALISIS PENYEDIAAN ENERGI DI PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM. Banda Aceh Fakultas Teknik,2006

Energi merupakan salah sani komponen penting dalam pambangunan. hampir semun ketiatan untuk mencapai kesejahteraan ekonomi membutuhkan ketersediaan energi secara berkelanjutan. perencanaan energi secara tepadu mutlak diperlukan supaya ketersediaan energi benar-benar terjamin. salah satu hagian perencanaan energi adalah proyeksi pemintaan energi. proyeksi diperlukan karena pembangunan sektor energi membutuhkan perencanaan yang matang dan investasi yang besar serta membuttihkan walrfui yang lalna. dalam penelitian ini dilakukan proyeksi permintaan energi dan gambaran poteusi energi di provinsi nad. proyeksi dilakuhan dengan dua skenario, pada skenario moderat pertumbuhan pendapatan domestik regional brute pdrb) yang merupakan pemicu driver) pertumbuhan aktivitas pemakaian energi di sektor-sektor selain sektor nimah tangga dihitung dengan metode interpolasi. sedangkan skenario optimis pertumbuhan pdrb ditetapkan berdasarkan asumsi yang digunakan dalam ruptl pt. pln. kousumsi energi pada tahun dasar proyeksi (2004) sektor transportasi mengkousumsi 43% dari konsumsi energi total disusul sektor rumah tangga 30%, pembangkit listrik 13%, sektor industri, publik, komersial masing-masing 9,8%, i,6% dan 1,3%. hasil proyeksi menunjukkan perubahan komposisi permintaan energi dimana, pada tahun akhir proyeksi (2020) sektor transportasi yang tumbuh 8%-9% per tahun komposisinya naik menjadi 58% deri konsumsi energi total. pertumbuhan permintaan terkecil teriadi pada sektor rumah 3%4% sehingga sektor ini komposisinya turun menjadi 19%-20% sedangkan di sektor lain tumbuh rata-rata 5%-6% per tahun. jenis energi bahan bakar minyak (bbm) yang paling pesat pertumbuhannya adalah premium (9%-10%), kemudian minyak solar (6%-7%), dan yang paling rendah minyak tanah (4%-50/a). pada tahun 2020 pemintaan energi jenis bbm mencapai 11,4 juta sbm (93%), disusul energi listrik 821 ribu sbm (6,7%), dan sisanya lpg sekitar 29 ribu sbm. hasil proyeksi menunjukkan permintaan energi serbesar pada jenis bbm premium dan minyak solar), sebagaiman kita ketahui cadangan minyak nasional semakin menipis. dengan demikian energi altematif semakin besar peluang untuk dapat bersaing di pasaran. sekarang bagaimana pihak pemerintah, perguruan tinggi atau pihak swasta untuk sama-sama memikirkan bagaiman untuk mengembangkan potensi energi terutama renawable energy agar tidak tejadi krisis energi di masa yang akan datang. kata kunci: energi, sektor. pertumbuhan, proyeksi, sbm



Abstract



    SERVICES DESK