Keausan merupakan faktor yang menentukan umur pahat, maka pertumbuhannya perlu ditinjau dengan memperhatikan faktor utama atau faktor dominan dari mekanisme keausan pahat. akibat besarnya tekanan pada saat pemotongan disertai temperatur yang tinggi maka permukaan aktif dari mata pahat akan mengalami keausan. semakin besar keausan yang dialami pahat, maka kondisi pahat akan semakin kritis dan jika pahat itu tetap digunakan maka pertumbuhan keausan pahat akan semakin cepat dan ujung pahat akan rusak. proses pemesinan yang digunakan pada penelitian ini adalah proses gurdi dengan mesin first lc-1,5 buatan taiwan yang dilakukan di labolatorium sekolah menengah teknik industri ( smti) banda aceh. pahat yang digunakan yaitu jenis hss dengan diameter 10 mm sebanyak 18 buah, sedangkan material benda kerja yang digunakan yaitu baja karbon s45c.beban yang diberikan dalam penelitian ini yaitu 1,2,3,4,5,6 kg untuk 18 kali pengujian, keausan tepi diukur dengan measuring microscope. analisa perhitungan menunjukkan bahwa nilai keausan tepi yang paling besar terdapat pada mata pahat dengan kondisi pembebanan 6 kg, untuk setiap kondisi pemotongan baik pendingin oli ( vb = 0.55 ), untuk pendingin udara ( vb = 0.64 ) sedangkan pemotongan tanpa menggunakan cairan pendingin yaitu sebesar ( vb = 0. 75 ). kata kunci: keausan tepi pahat, pertumbuhan keausan tepi pahat, umur pahat
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISA KEAUSAN MATA PAHAT PADA PROSES GURDI DENGAN VARIASI BEBAN. Banda Aceh Fakultas Teknik,2008
Baca Juga : ANALISA KEAUSAN MATA PAHAT HSS PADA PROSES MENGGURDI KAYU LAPIS (Rahman Ariansyah, 2017)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH KEDALAMAN POTONG TERHADAP KEAUSAN PAHAT FREIS END MILL DENGAN MENGGUNAKAN CAIRAN EMULSI DAN MINYAK (Ridha Fahmi, 2024)