Penyalean yang dilalcukan oleh masyarakat pada umumnya masih sangat sederhana. oleh karena teknologi yang semakin tinggi, maka sekarang timbul keinginan yang begitu besar untuk mengolah pisang tersebut menjadi makanan yang awet dan tahan lama dengan menggunakan peralatan teknologi penyalean sederhana yang menggun akan sumber energi panas dari hasil proses pembakaran kayu. penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengkaji sistim distribusi temperatur didalam lemari penyalean dengan peralatan teknologi yang menggunakan 2 variasi pengarah yaitu pengarah berlubang dan pengarah tidak berlubang. dari hasil pengujian yang dilakukan diperoleh temperatur yang seragam diantara setiap rak. dengan peralatan ini tidak perlu lagi adanya proses pembalikan pisang seperti yang dilakukan pada proses penyalean pisang secara tradisional. temperatur kerja rang penyalean dengan menggunakan pengarah berlubang, berkisar antara 75°.85° c, sedangkan temperatur kerja ruang penyalean dengan menggunakan pengarah tidak berlubang berkisar antara 70°-80° c. waktu yang dibutuhkan untuk proses penyalean dengan menggunakan peralatan ini adalah 8-10 jam. dari penelitian yang dilakukan ini, hasil produk (pisang) yang paling baik adalah yang menggunakan pengarah berlubang, karena asap dapat langsung menyentuh pisang sehingga pisang tersebut selain aromanya wangi, tidak keras, warna yang memikat danjuga rasanya enak. kata kunci : pisang, udara panas, temperatur, penyalean, pengarah.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJI EKSPERIMENTAL DISTRIBUSI TEMPERATUR PADA PERALATAN PENYALEAN PISANG. Banda Aceh Fakultas Teknik,
Baca Juga : SISTEM PENGERING PISANG DENGAN MENGGUNAKAN ENERGI HYBRID (SURYA DAN BAHAN BAKAR GAS) (ALVIN PRATAMA, 2021)
Abstract
Baca Juga : PENGUJIAN DISTRIBUSI TEMPERATUR PADA CEROBONG PERALATAN PENGERING DENGAN VARIASI SUDUT ATAP 5°,10, 15, 20, DAN 25° (Helisuansyah, 2024)