Makalah ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh unsur teori fraud pentagon dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan serta memberikan penjelasan lebih lanjut apakah indikator kecurangan dalam teori fraud pentagon yang terdiri dari tekanan (pressure), peluang (opportunity), kompetensi (competence), rasionalisasi (rationalization) dan arogansi (arrogance) yang dapat membantu mendeteksi kecenderungan munculnya kecurangan pada pelaporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2017-2021. data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan website perusahaan manufaktur. teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling sehingga diperoleh 131 sampel dalam penelitian ini. teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan software spss 25. berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan menunjukkan bahwa stabilitas keuangan, leverage, pemantauan yang tidak efektif dan pergantian direktur berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan sedangkan pergantian auditor dan banyaknnya jumlah foto ceo tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PENGUJIAN PENTAGON THEORY OF FRAUD TERHADAP KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEKTOR NON KEUANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2017-2021. Banda Aceh Program Studi Magister Akuntansi,2023
Baca Juga : PENGARUH EFEKTIVITAS PENGAWASAN, TEKANAN EKSTERNAL, PERGANTIAN DIREKSI, DAN STABILITAS KEUANGAN TERHADAP KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2013-2017 (SAFITRI RIDWAN, 2019)
Abstract
This paper aims to determine the influence of elements of the pentagon fraud theory in detecting fraudulent financial statements and provide further explanation whether the fraud indicators in the pentagon fraud theory consist of pressure, opportunity, competence, rationalization and arrogance which can help detect the tendency for the emergence of fraud in financial reporting in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2017-2021. The data used in this study is secondary data obtained from annual reports and websites of manufacturing companies. The sample selection technique in this study used simple random sampling so that 131 samples were obtained in this study. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis and multiple linear regression analysis using SPSS 25 software. Based on the results of the research and discussion that has been described above, it shows that financial stability, leverage, ineffective monitoring and changes in directors have an effect on fraudulent financial statements, while changes in auditors and the large number of CEO photos has no effect on fraudulent financial statements