Tingkat kinerja simpang menunjukkan kemampuan operasional simpang dalam melayani volume lalu lintas. sistem pengaturan fase sinyal lalu lintas pada simpang sangat berpengaruh tehadap lama tidaknya waktu tunggu kendaraan di persimpangan. hal ini akan berpengaruh langsung terhadap kinerja simpang itu sendiri. berdasarkan hal ini, maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisa tingkat kinerja simpang neusu dalam hal penentuan kapasitas, derajat kejenuhan, panjang antrian dan tundaan dengan menggunakan sistem pengaturan sinyal empat fase dibandingkan dengan menggunakan sistem pengaturan sinyal dua fase dan tiga fase. analisa tingkat kinerja dilakukan dengan menggunakan prosedur perhitungan yang diberikan dalam manual kapasitas jalan indonesia 1997, yang dikeluarkan oleh departemen pekerjaan umum. hasil perhitungan tingkat kinerja simpang neusu dengan menggunakan sistem pengaturan sinyal empat fase diperoleh nilai rasio arus simpang 0,450 dengan derajat kejenuhan simpang sebesar 0,588. nilai tundaan rata-rata simpang sebesar 43,25 det/smp. berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan sistem pengaturan sinyal dua fase diperoleb nilai rasio arus simpang sebesar 0,380 dengan derajat kejenuhan simpang 0,767 dan nilai tundaan rata-rata simpang sebesar 28,13 det/smp. nilai tersebut lebih rendah jika dengan menggunakan sistem pengaturan sinyal tiga fase dimana diperoleb dibandingkan nilai rasio arus sunpang sebesar 0,499 dan tingkat tundaan rata-rata simpang sebesar 36, 17 det/smp.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISA KAPASITAS DAN TINGKAT KINERJA SIMPANG NEUSU KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik,2013
Baca Juga : EVALUASI KINERJA SIMPANG EMPAT TIDAK BERSINYAL PADA SIMPANG A.GANI DESA BANDAR BARU KOTA BANDA ACEH (M. Reza Pahlevi, 2018)
Abstract
Baca Juga : KINERJA SIMPANG EMPAT GELANGGANG UNSYIAH DENGAN SKENARIO TANPA LAMPU LALU LINTAS (Agustiar Maulia, 2018)