Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Jihad Maulana, ANALISA LAJU KOROSI ATMOSFERIK BAJA KONTRUKSI DI BEBERAPA KAWASAN YANG TERENDAM TSUNAMI 2004. Banda Aceh Fakultas Teknik,2012

Peristiwa gempa dan tsunami tahun 2004 menyebabkan banyak infrastruktur yang ada di aceh hancur, sebagian besar wilayah aceh terendam dengan air laut sehingga daerah tersebut menjadi lebih korosif. pasca tsunami tahun 2004, terjadi pertumbuhan pembangunan infrastruktur seperti jembatan, dermaga dan bangunan publik, dimana penggunaan baja yang cukup besar (massive) sebagai bahan utama dalam kontruksi. sehingga sangat perlu diperhatikan dari aspek kerugian yang diakibakant oleh korosi khususnya korosi atmosferik. korosi atmosferik dapat diperparah dengan adanya kandungan polutan seperti gas, garam yang terkandung diudara. mengingat data korosivitas atmosferik aceh belum tersedia, maka perlu dilakukan pengukuran tingkat korosivitas agar nantinya data tersebut dapat dipergunakan oleh semua pihak yang merencanakan pembangunan tata ruang dikawasan aceh. tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data laju korosi atmosferik baja kontruksi dibeberapa kawasan di aceh yang terendam tsunami 2004. penelitian ini dilakukan di empat lokasi yang berbeda yaitu peukan bada, ulee lheu (gedung tdmrc ground zero), lampulo dan lingke. bahan yang digunakan untuk spesimen uji adalah baja kontruksi yang tersedia di pasaran yang berbentuk plat, strip, siku segi empat dan baja tulangan. pengujian dilakukan selama sepuluh bulan untuk lokasi ulee lheu, peukan bada dan tiga bulan untuk lokasi lampulo dan lingke dengan periode pengambilan data dua minggu sekali. hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai laju korosi atmosferik berkisar 0,2-2,75 mpy. lokasi tertinggi dilokasi gedung tdmrc ground zero ulee lheu. dengan laju korosi 1,49 mpy pada baja segi empat. lokasi yang terendah di peukan bada dengan laju korosi i,06 mpy dalam rata• rata per tahun. hubungan antara data klimatologi dengan laju korosi tidak begitu terlihat, karena data klimatologi yang diambil bukan data dilokasi penelitian melainkan data untuk aceh secara keseluruhan. namun, untuk hasil lebih lanjut diperlukan pengujianyang lebih lama untuk melihat tingkat korosi atmosferik di daerah tersebut. setiap lokasi penelitian diharapkan ada alat pencatat klimatologi harian, sehingga data klimatologi yang diambil lebih akurat. kata kunci : korosi atmosferik, tsunami, baja kontruksi dan laju korosi.



Abstract



    SERVICES DESK