Mesin pendingin yang sudah umum dipakai di indonesia selama ini menggunakan daur kompresi uap, dimana dalam pengoperasiannya membutuhkan daya listrik yang cukup besar serta adanya efek buruk dari refrigeran (cfc) terhadap lingkungan yaitu perusakan lapisan ozon (03) yang memegang peranan penting dalam menjaga kestabilan iklim dan melindungi bumi dari sinar ultraviolet yang berbahaya bagi makhluk hidup. beberapa cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan mesin pendingin yang memakai sistem absorbsi atau penyerapan uap yaitu siklus air-lithium bromida, dimana sistem ini menggunakan air (h2o) sebagai refrigeran dan lithium bromida (libr) sebagai absorben. yang sangat menguntungkan adalah sistem pendingin ini dapat menggunakan energi matahari untuk penggerak generator. energi matahari tersebut dapat dikumpulkan melalui sebuah kolektor plat datar yang direncanakan. dari hasil perhitungan pada sistem pendingin yang akan direncanaakan, diperoleh beban yang dibutuhkan oleh generator sebesar 29,57 kw, dan dari beban tersebut diperlukan luas kolektor 45,92 m. kata kunci : sistem pendingin air-libr, energi matahari, kolektor.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERENCANAAN SISTEM PENDINGIN SIKLUS ABSORBSI AIR- LITHIUM BROMIDA MENGGUNAKAN SUMBER ENERGI MATAHARI. Banda Aceh Fakultas Teknik,2007
Baca Juga : PERANCANGAN SISTEM PEMBANGKIT DAYA TENAGA MATAHARI UNTUK POMPA IRIGASI (Munzir Qadry, 2024)
Abstract
Baca Juga : STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) DI BANDA ACEH (Jumadi, 2024)