Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
FAUZAN MAHDANI, PENGARUH VARIASI SUDUT POTONG UTAMA DAN KEKERASAN BENDA KERJA TERHADAP KEAUSAN MATA PAHATRNPADA PROSES BUBUT. Banda Aceh Fakultas Teknik,2006

Pengaruh proses perlakukan panas terhadap baja hypoeutektoid sangatlah penting karena terjadinya perubahan struktur mikronya mengakibatkan berubahnya sifat mekanik. selain kondisi pemotongan, pemilihan sudut potong utama yang sesuai dengan sifat material merupakan syarat untuk menghasilkan produk dengan tingkat kualitas dan ketelitian yang tinggi pertumbuhan keausan pahat pada proses pemesinan sedapat mungkin diperkecil agar kualitas geometri benda kerja tetap baik dan umur pahat dapat lebih lama. pahat yang digunakan adalah hss karena memiliki kekerasan yang cu#up tinggi sehingga dapat digunakan pada kecepatan potong tinggi dan sifat keuletan yang relatifbaik proses perlakuan panas dan proses hardening pada pendinginan brine, air, oli sae 40 dan tanpa perlakukan menghasilkan kekerasan rata-rata adalah 305,6576 237,3078 hv, 219,4248 hv dan 188,2346 hv. pertumbuhan keausan pahat dengan sudut potong utama 3( 45" dan 60l' yang dilakukan pada proses bubut dimana kondisi pemotongan antara lain gerak makan (f) sebesar 0.2 mm(r). kedalaman potong (a) i mm. kecepatan potong (v) 37 mm min, putaran poros utama (n) 460 rpm, dan ukuran pahat (d 38 r 4" keausan mata pahat pada pemotongan dengan sudut potong 3t, 45" dan 6(l'pada material dengan pendinginan brine adalah 1.68 mm. 1,35 mm dan 0,89 mm, pendinginan air adalah 1,4i mm, 1,27 mm dan 0.84 mm, pendinginan oli adalah i.22 mm, 1,04 mm dan 0,53 mm serta dengan tanpa perlakuan adalah i,i5 mm, 0,84 mm dan 0,4i mm. maka keausan dan umur pahat berhubungan erat dengan kekerasan, sifat material, jenis material benda uji dan kecepatan potong. kata kunci: perlakuan panas, kekerasan, sudut potong, proses bubut, keausan pahat,



Abstract



    SERVICES DESK