Luka bakar merupakan cedera akibat paparan zat yang bersuhu sangat tinggi dan sangat rendah. luka bakar derajat ii merupakan luka bakar ringan yang paling sering terjadi di lingkungan rumah tangga. tanaman pala (myristica fragrans) merupakan salah satu tanaman rempah yang secara empiris telah digunakan masyarakat untuk mengobati luka. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas krim pala (myristica fragrans) terhadap penyembuhan luka bakar derajat ii pada kulit tikus putih. penelitian ini menggunakan post-test only control group design terhadap 20 ekor tikus yang dibagi menjadi kelompok kontrol normal dan kelompok luka bakar derajat ii yang diterapi sesuai kelompoknya. pengolesan zat uji dilakukan dalam 18 hari, dua kali sehari. pada hari ke -18 kulit tikus dikoleksi dan dibuat menjadi slide yang diwarnai dengan he. selanjutnya, dilakukan penilaian pada jumlah fibroblas, serabut kolagen, jumlah angiogenesis dan ketebalan re-epitelisasi. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian krim pala mampu menurunkan jumlah fibroblas dan jumlah angiogenesis pada kulit tikus luka bakar yang berbeda signifikan dibandingkan tikus yang hanya diberikan basis krim (p=0,029). pemberian krim pala juga mampu menurunkan kepadatan serabut kolagen dibanding kelompok yang hanya diterapi basis krim (p=0,057). hasil ini menunjukkan bahwa krim pala 3% mampu memperbaiki gambaran histopatologi kulit tikus luka bakar derajat ii. kata kunci: myristica fragrans, fibroblas, serabut kolagen, angiogenesis, re-epitelisasi, penyembuhan luka bakar
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
GAMBARAN HISTOPATOLOGIS KULIT TIKUS LUKA BAKAR DERAJAT IIYANG DIBERIKAN KRIM MINYAK ATSIRI PALA (MYRISTICA FRAGRANS). Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2023
Baca Juga : REEPITELISASI LUKA BAKAR DERAJAT II PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIBERIKAN KRIM EKSTRAK DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA L.) (Asprilia Marhamah, 2024)
Abstract
Burn injury is an injury resulting from exposure to substances with extremely high and low temperatures. Second-degree burns are the most commonly occurring minor burns in the household setting. Nutmeg (Myristica fragrans) is one of the spice plants that has been empirically utilized by the community to treat wound. This study aims to determine the effectiveness of nutmeg cream (Myristica fragrans) in second-degree burns wound healing on white rats skin. The research employs a post-test only control group design involving 20 rats divided into normal control and second-degree burn groups were treated according to their respective groups. The application of the test substance was carried out over 18 days, twice daily. On the 18th day, the rat skin was collected and processed into slides stained with Hematoxylin and Eosin (HE). Subsequently, evaluations were conducted on the number of fibroblasts, collagen fiber density, angiogenesis, and re-epithelialization thickness. The results of this study indicate that the application of 3% nutmeg cream significantly reduced the number of fibroblasts and angiogenesis in the skin of rats with second-degree burns compared to rats treated with only the cream base (p=0.029). The application of nutmeg cream also led to a reduction in collagen fiber density compared to the group treated with only the cream base (p=0.057). These findings demonstrate that a 3% nutmeg cream can improve the histopathological appearance of rats skin with second-degree burns. Keywords: Myristica fragrans, fibroblasts, collagen fiber, angiogenesis, and reepithelialization, burn wound healing