Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Musthafril Rizal, PENGARUH PENGGUNAAN BAKTERI SOLIBACILLUS SP. TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON MUTU TINGGI. Banda Aceh Fakultas Teknik Sipil,2023

Beton mutu tinggi memiliki kuat tekan yang lebih besar dari beton normal sehingga beton jenis ini digunakan pada konstruksi yang mampu menahan beban yang lebih besar seperti jembatan, gedung bertingkat, dan lain sebagainya. kuat tekan yang tinggi pada beton mutu tinggi ini berpengaruh pada tingginya pula tingkat kegetasan pada beton. sifat getas akan menjadi sangat berbahaya jika terjadi retak mikro pada beton mutu tinggi karena mampu mengakibatkan kehancuran lebih cepat jika retak mikro tersebut tidak ditangani sedini mungkin. solusi yang dapat dilakukan untuk permasalahan tersebut adalah dengan menambahkan agen pemulihan mandiri di dalam beton yang mampu bertahan pada kondisi ekstrim pada beton mutu tinggi yaitu bakteri ureolitik solibacillus sp. penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan beton mutu tinggi yang mampu memperbaiki keretakan pada beton dan untuk mengetahui pengaruh penambahan bakteri dengan berbagai variasi terhadap kuat tarik belah beton mutu tinggi. pada penelitian ini digunakan material tambahan, superplasticizer, silica fume, dan bakteri solibacillus sp. yang dienkapsulasi dengan tanah diatomae. penelitian ini menggunakan enkapsulasi bakteri dengan variasi bakteri 0,0%; 0,5%; 0,6%; dan 0,7% dari berat agregat halus. benda uji yang digunakan pada penelitian ini adalah benda uji silinder berukuran 15 x 30 cm (diameter d = 15 cm dan tinggi t = 30 cm) untuk pengujian kuat tarik belah. masing-masing variasi 3 benda uji. hasil yang didapat dari penelitian ini perbaikan permukaan retak oleh bakteri dengan variasi 0,7%; 0,6%; dan 0,5%. setelah masa pemulihan 28 hari berturut-turut adalah 83,39%; 78,60%; dan 72,88%. nilai kuat tarik belah rata-rata beton mutu tinggi pada variasi bakteri 0,7%; 0,6%; 0,5%; dan 0,0% adalah 4,44 mpa; 4,58 mpa; 4,38 mpa; 4,27 mpa.



Abstract

High-Strength concrete has a greater compressive strength than normal concrete, which makeit suitable for construction that need to bear heavier loads such as bridges, high-rise buildings, and so on. The high compressive strength of this concrete also affects its level of brittleness in concrete. The brittleness can become very dangerous if microcrack occur in high-compression concrete, because it can cause faster collapse if these microcracks are not addressed promptly. The solution to this issue is to add an self-healing agent in concrete that can withstand extreme conditions in high-compression concrete, such as the ureolytic bacteriam Solibacillus sp. The objective of this research to develop high-compression concrete that can to repair cracks in concrete and to determine the effect of adding bacteria with various variations on the split tensile strength of high-compression concrete. In this study, additional materials, including chemical admixture (viscocrete), silica fume, and Solibacillus sp bacteria . which is encapsulated with earth diatomaceous were used. This study used bacterial encapsulation with a variation of bacteria are 0%; 0,5%; 0,6%; and 0,7% of weight of the sand. The test specimens used in this study are cylindrical specimen measuring 15 x 30 cm (Diameter D = 15 cm and Height T = 30 cm) for the split tensile strength testing, with three test specimens for each variation. The results obtained from this research show that repaired cracked surfaces by bacteria with variations of 0,7%; 0,6%; and 0,5% after a 28-day curing period to be 83.39%; 78.6%; and 72.88% respectively. The average split tensile strength of high-compression concrete for 0,7%; 0,6%; 0,5%; and 0.0% bacteria variation is 4,44 MPa; 4,58 Mpa; 4,38 MPa; and 4,27 MPa respectively.



    SERVICES DESK