Luka bakar menjadi masalah serius kesehatan global, dengan 180.000 kematian per tahun. perilaku pencegahan luka bakar memiliki peranan yang besar dalam menjaga kesehatan dan keamanan individu, keluarga, dan masyarakat. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku pencegahan luka bakar pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas kopelma darussalam. penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. sampel pada penelitian ini adalah 265 keluarga di desa rukoh. teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. alat ukur berupa kuesioner perilaku pencegahan luka bakar yang terdiri dari 20 item pernyataan yang disusun oleh peneliti berdasarkan konsep dari stanford medicine children's health (2023), serta konsep dari moenadjat (2017) dengan nilai validitas r > 0,361 dan nilai reliabilitas cronbach alpha > 0,70. hasil penelitian diperoleh sebagian besar responden berperilaku baik yaitu sebanyak 136 orang (51,3%), responden berperilaku cukup sebanyak 123 orang (46,4%), dan sebanyak 6 orang (2,3%) berperilaku kurang dalam perilaku pencegahan luka bakar. sehingga dapat disimpulan perilaku pencegahan luka bakar pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas kopelma darussalam berada pada kategori yang baik. hal ini disebabkan masyarakat yang memiliki pengalaman luka bakar dan sistem pengamanan listrik yang baik. rekomendasi peneliti dalam penelitian ini yaitu petugas layanan kesehatan setempat dapat mempertahankan perilaku masyarakat dengan menyebarkan poster terkait perilaku pencegahan luka bakar.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERILAKU PENCEGAHAN LUKA BAKAR PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOPELMA DARUSSALAM. Banda Aceh Fakultas Keperawatan,2023
Baca Juga : HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU SISWA TERHADAP PENCEGAHAN LUKA BAKAR DI DAYAH TERPADU BABUL MAGHFIRAH (Syadhifa Azka, 2025)
Abstract
Burns are a serious global health problem, with 180,000 deaths per year. Burn prevention behavior has a significant role in maintaining the health and safety of individuals, families, and communities. This study aimed to determine burn prevention behavior among the Kopelma Darussalam Community Health Center working area community. This study used quantitative research with a descriptive design. The sample in this study was 265 families in Rukoh Village. The sampling technique used was the Non-Probability Sampling Technique with a Purposive Sampling approach. The instrument is a burn prevention behavior questionnaire consisting of 20 statement items compiled by researchers based on concepts from Stanford Medicine Children’s Health (2023), as well as concepts from Moenadjat (2017) with a validity value of r>0.361 and a reabilility value of Cronbach’s alpha>0.70. The results obtained were that most of the respondents showed good behavior, namely 136 people (51.3%), 123 respondents showed moderate behavior (46.4%), and as many as 6 people (2.3%) behaved poorly in burn prevention behavior. This research concluded that burn prevention behavior in the community in the Kopelma Darussalam Health Center work area is in a good category. This is due to people who have burn experience and an excellent electrical safety system. The researcher’s recommendation in this study is that local health service workers can maintain community behavior by distributing posters related to burn prevention behavior.
Baca Juga : HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG STROKE DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN STROKE PADA MASYARAKAT DI PUSKESMAS KOTA BANDA ACEH TAHUN 2024 (RAFIKA TUSILMI, 2024)