Sejalan dengan majunya ilmu pengetahuan, konstruksi flat plate telah diterapkan pada dunia konstruksi karena pemakaiannya lebih ekonomis dan praktis. penelitian ini menggunakan lapisan jaring kawat (wire mesh) pada konstruksi flat plate sebagai pengganti tulangan geser. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah lapisan jaring kawat (wire mesh) terhadap kekuatan flat plate dalam menahan gaya geser pons dengan kuat tekan beton rencana sebesar 25 mpa. benda uji yang digunakan pada penelitian ini adalah 3 buah plat beton bertulang berdimensi 1500 mm x 1500 mm x 140 mm dengan kepala kolom berukuran 200 mm x 200 mm 200 mm langsung dicor monolit pada plat. plat menggunakan 3 lapis dan 4 lapis wire mesh (masing-masing lapisan menggunakan 2 wire mesh) serta tanpa wire mesh. mutu beton diamati melalui benda uji silinder standar sebanyak 9 buah dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. tulangan lentur yang digunakan adalah baja polos diameter 10 mm dan tulangan geser digunakan wire mesh 1000 mm x 1000 mm dengan diameter kawat 0,95 mm dan jarak antara as kawat 19,05 mm. faktor air semen yang digunakan adalah 0,52 dengan tinggi slump 150- 175 mm. diameter agregat maksimum yang digunakan 19,05 mm. pada penelitian ini dilakukan penambahan aditif sika viscocrete 5 sebesar 0,8% dari jumlah semen yang digunakan. pengujian flate plate dilakukan pada saat mutu beton mencapai 25 mpa. pengujian geser pons pada flat plate dilakukan dengan memberikan beban terpusat dalam arah vertikal pada kepala kolom di tengah bentang plat. keempat sisi plat ditumpu pengaku dari baja diameter 1 1/4. pembebanan diberikan secara bertahap sampai plat mengalami keruntuhan. data yang diperoleh adalah beban bertahap, beban ultimit, regangan baja, regangan beton, serta pola retak yang terjadi pada setiap tahap pembebanan. hasil menunjukkan bahwa pada benda uji plat dengan penulangan lentur dan tanpa lapisan wire mesh, terjadi geser pada daerah 1,6d (jarak dari sisi luar kepala kolom hingga batas lintasan retak utama pada bagian tengah tinggi plat dan d = tebal efektif plat) saat beban mencapai 30,59 ton dengan lendutan 7,57 cm dan sudut keruntuhan pada plat sebesar 32,48°. pada benda uji plat dengan penulangan lentur dan 3 lapis wire mesh, geser terjadi pada daerah 1,7d saat beban mencapai 25,64 ton dengan lendutan 3,83 cm dan sudut keruntuhan pada plat sebesar 31,82"; dan pada benda uji plat dengan penulangan lentur dan 4 lapis wire mesh, geser terjadi pada daerah 1,9d saat beban mencapai 30,69 ton dengan lendutan 4,56 cm dan sudut keruntuhan pada plat sebesar 28,39°
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGARUH PENGGUNAAN WIRE MESH PADA FLAT PLATE TERHADAP PENINGKATAN KAPASITAS KEKUATAN FLAT PLATE DALAM MENAHAN GAYA GESER PONSRN(SUATU PENELITIAN DENGAN KUAT TEKAN BETON FC= 25 MPA). Banda Aceh Fakultas Teknik,2007
Baca Juga : PERILAKU STRUKTUR FLAT SLAB DENGAN KOLOM PERSEGI DALAM MENAHAN PUNCHING SHEAR AKIBAT BEBAN TEKAN AKSIAL (SUATU PENELITIAN TERHADAP BETON NORMAL F'C 30 MPA DENGAN TULANGAN GESER SERTA PEMBEBANAN SENTRIS DAN EKSENTRIS) (Fitria, 2024)