Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Rani Purwati, TRADISI MEUPAHUKH DALAM UPACARA PERKAWINAN SUKU ALAS DI KECAMTAN KETAMBE KABUPATEN ACEH TENGGARA. Banda Aceh Fakultas KIP Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,2023

Abstrak rani purwati (2023). tradisi meupahukh dalam upacara perkawinan suku alas di kecamatan ketambe kabupaten aceh tenggara penelitian ini berjudul ” tradisi meupahukh dalam upacara perkawinan suku alas di kecamatan ketambe kabupaten aceh tenggara”. meupahukh, begitulah sebutan tradisi yang mengalir dari nenek moyang masyarakat suku alas. tradisi ini dilakukan turun temurun oleh masyarakat suku alas hingga sekarang. penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui bagaimana pemahaman masyarakat terhadap pergeseran tradisi meupahukh, (2) untuk mengetahui apa saja faktor penyebab terjadinya pergeseran dalam tradisi meupahukh (3) untuk mengetahui adakah pertentangan tradisi meupahukh dengan pola ta'aruf sesuai ajaran agama islam”. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. pengumpulan data menggunakan metode wawancara. penelitiaan ini dilakukan pada desa simpur jaya dan desa rumah bundar yang berada di kecamatan ketambe kabupaten aceh tenggara, dengan mengambil enam informan kunci yang terdiri dari kepala desa simpur jaya, kepala desa rumah bundar, tokoh adat simpur jaya, tokoh adat rumah bundar, si metue simpur jaya dan si metue rumah bundar. berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa (1). pemahaman masyarakat mengenai pergeseran pada tradisi meupahukh, yaitu: pelaporan para pemuda pada pendamping masih ada dan diwakilkan oleh ketua pemuda saja, meupahukh sekarang tidak ada lagi penghalang atau pembatas seperti dulu, namun masih dalam pengawasan ketat oleh pendamping, terdapat perbedaan atau perubahan waktu pelaksanaan meupahukh dulu dengan sekarang, tujuan meupahukh dulu untuk mendapatkan calon istri sedangkan sekarang menambah teman atau pacar. (2). faktor penyebab terjadinya pergeseran dalam tradisi meupahukh, yaitu: perubahan sosial dan budaya, ekonomi, generasi muda yang lebih terbuka terhadap perubahan, teknologi dan globalisasi, lingkungan, demografi, media sosial, perubahan nilai nilai budaya lokal dengan budaya modern, pendidikan dan pengetahuan yang lebih luas. (3). tidak ada pertentangan tradisi meupahukh dengan pola ta'aruf, karena keduanya berada dalam konteks yang berbeda. namun jika dilihat dari praktiknya maka tradisi meupahukh bertentangan dengan tokoh agama yang menganggap bahwasanya tradisi meupahukh bertentangan dengan ajaran agama islam dan dapat mendatangkan zina. kata kunci: meupahukh, upacara perkawinan, suku alas



Abstract

ABSTRACT Rani Purwati (2023). Meupahukh Tradition in Alas Tribe Wedding Ceremony in Ketambe District, Southeast Aceh Regency This research is entitled "Meupahukh Tradition in the Alas Tribe Marriage Ceremony in Ketambe District, Southeast Aceh Regency". Meupahukh, that's what the tradition called that flows from the ancestors of the Alas tribe. This tradition is carried out from generation to generation by the people of the Alas tribe until now. This research aims: (1) To find out how the public's understanding of the meupahukh tradition shift, (2) To find out what are the factors that cause the shift in the meupahukh tradition (3) To find out if there is a contradiction of the meupahukh tradition with the ta'aruf pattern according to the teachings of Islam". This research uses a qualitative approach with a descriptive type of research. Data collection using the interview method. This research was carried out in Simpur Jaya Village and Rumah Bundar Village located in Ketambe District, Southeast Aceh Regency, by taking six key informants consisting of the Head of Simpur Jaya Village, Head of Rumah Bundar, Simpur Jaya Traditional Figure, Traditional Figure of Rumah Bundar, Si Metue Simpur Jaya and Si Metue Rumah Bundar. Based on the research results, it is known that (1). The public's understanding of the shift in the meupahukh tradition, namely: Reporting of the youths on the companions is still there and represented by the youth leader only, meupahukh now there are no more barriers or barriers like before, but still under close supervision by the companions, there are differences or changes in the time of the implementation of meupahukh first and now, the purpose of meupahukh was to get a future wife while now adding friends or girlfriends. (2). The factors that cause the shift in the meupahukh tradition, are: Social and cultural changes, economy, young people who are more open to change, technology and globalization, environment, demographics, social media, changes in local cultural values with modern culture, education and wider knowledge. (3). There is no conflict between the meupahukh tradition with the ta'aruf pattern, because both are in different contexts. However, if you look at the practice, the meupahukh tradition is contrary to religious leaders who think that the meupahukh tradition is contrary to the teachings of Islam and can bring adultery. Keywords: meupahukh, marriage ceremony, tribal alas



    SERVICES DESK